Maret 18, 2026
Ekonomi & Bisnis Headline Kabupaten Manokwari Pemerintahan

Wabup Manokwari Sidak Bandara hingga Gudang Sembako, Pastikan Tiket Full dan Stok Aman Jelang Lebaran

JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Wakil Bupati Manokwari, Mogiyono, bersama Gubernur Papua Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan kelancaran layanan transportasi dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri.

Sidak diawali di Bandara Rendani Manokwari dengan meninjau langsung kondisi arus penumpang serta kesiapan layanan penerbangan.

Dalam keterangannya, Mogiyono mengungkapkan terjadi lonjakan penumpang yang cukup signifikan, terutama untuk rute tujuan Jakarta.

“Mulai satu minggu ini sudah penuh semua, full seat. Tidak ada penambahan flight atau extra flight, tapi tiket sudah habis terjual. Jadi bagi masyarakat yang belum membeli tiket, kemungkinan besar sudah tidak bisa berangkat,” ujarnya.

Meski demikian, ia memastikan jadwal penerbangan tetap berjalan normal dengan frekuensi dua hingga tiga kali penerbangan setiap hari, termasuk rute ke Jayapura yang juga cukup padat.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang masa libur dan perayaan hari besar keagamaan.

Selain bandara, rombongan juga melakukan sidak ke sejumlah gudang bahan pokok dan distributor, termasuk gudang Perkasa serta memantau jaringan distribusi di wilayah perkotaan.

Sidak kemudian dilanjutkan ke gudang Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik untuk memastikan ketersediaan stok pangan bagi masyarakat.

Dari hasil pemantauan, stok bahan pokok di wilayah Manokwari dan sekitarnya dipastikan masih aman hingga tiga bulan ke depan.

“Secara umum stok masih sangat aman, bisa sampai tiga bulan ke depan. Ini mencakup lima kabupaten, jadi masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan bahan pokok,” jelasnya.

Ia menyebut, cakupan distribusi bahan pokok tersebut meliputi Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, hingga Pegunungan Arfak.

Mogiyono juga mengimbau masyarakat, khususnya umat Muslim yang akan merayakan Idulfitri, agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Menurutnya, perilaku konsumtif justru dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat, meskipun stok sebenarnya mencukupi.

“Kita ingin merayakan hari besar dengan baik, tapi jangan berlebihan. Belanja sesuai kebutuhan saja. Kadang lonjakan itu bukan karena konsumsi, tapi karena keinginan berbagi. Itu baik, tapi tetap harus bijak,” tambahnya.

Ia menegaskan, hingga saat ini pemerintah daerah belum perlu melakukan operasi pasar karena kondisi stok dinilai masih stabil.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus memantau perkembangan di lapangan guna memastikan distribusi tetap lancar serta kebutuhan masyarakat terpenuhi menjelang Idulfitri. (JP13).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *