JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Pemerintah Kabupaten Manokwari menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Sabtu (2/5/2026).
Bupati Manokwari, Hermus Indou, bertindak sebagai inspektur upacara dengan membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.
Dalam amanat tersebut, ditegaskan bahwa pendidikan nasional merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi sekaligus meneguhkan dan menghidupkan kembali semangat pendidikan di Indonesia.
“Pendidikan adalah proses menemukan dan mengembangkan fitrah serta potensi kodrati manusia. Inti dari proses pendidikan adalah memuliakan manusia,” ujar Hermus.
Ia menyampaikan, nilai-nilai pendidikan yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara menjadi dasar dalam sistem pendidikan nasional, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Pendidikan, lanjutnya, merupakan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa serta memperkuat peradaban, dengan tujuan membentuk insan yang beriman, cerdas, mandiri, sehat jasmani dan rohani, serta berkepribadian unggul.
Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning).
Pendekatan ini diyakini mampu mendorong peserta didik untuk memahami materi secara lebih komprehensif serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
“Jika ingin memajukan bangsa, maka perbaikan harus dimulai dari pendidikan, termasuk melalui pembelajaran mendalam,” ucapnya.
Selain itu, pemerintah juga mendorong digitalisasi pendidikan melalui penyediaan sarana pembelajaran berbasis teknologi, guna menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan efektif.
Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa guru merupakan kunci keberhasilan pendidikan sebagai teladan dan agen pembelajaran.
Pemerintah, kata dia, memberikan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester bagi guru yang belum memiliki kualifikasi Diploma IV atau Sarjana, serta berbagai pelatihan peningkatan kompetensi.
Selain itu, tunjangan sertifikasi guru telah ditingkatkan dan dibayarkan secara rutin setiap bulan, termasuk pemberian insentif bagi tenaga honorer.
Pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan karakter melalui lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan menyenangkan.
Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang mendorong terciptanya budaya sekolah yang inklusif, asri, dan penuh nilai toleransi.
Sekolah diharapkan menjadi rumah kedua bagi peserta didik, sekaligus tempat menumbuhkan integritas dan kohesi sosial.
Selain peningkatan kualitas, pemerintah juga terus membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi seluruh masyarakat, termasuk melalui pendidikan jarak jauh, sekolah terbuka, serta penguatan sekolah inklusi dan Sekolah Luar Biasa (SLB).
Langkah ini bertujuan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak bangsa untuk memperoleh pendidikan, tanpa terkendala faktor ekonomi, geografis, maupun sosial budaya.
Di akhir amanat, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat, dunia usaha, dan berbagai lembaga terkait.
“Dirgahayu Hari Pendidikan Nasional. Mari kita perkuat kolaborasi untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua menuju Indonesia yang cerdas dan maju,” tutupnya.(JP13).
