JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat menggelar apel gelar pasukan Operasi Ketupat Mansinam 2026 di Lapangan Apel Polda Papua Barat dan di pimpin langsung oleh Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare. Kamis (12/3/2026).
Dalam apel tersebut diikuti oleh personel gabungan dari TNI, Polri, serta berbagai instansi terkait yang akan terlibat dalam pengamanan Lebaran di wilayah Papua Barat.
Sebanyak 909 personel gabungan siap diterjunkan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Mansinam 2026.
909 personil tersebut akan disebar di tujuh kabupaten di Papua Barat untuk melaksanakan pengamanan selama masa arus mudik hingga perayaan Idul Fitri berlangsung.
“Kami turunkan 909 personel disiagakan dan akan ditempatkan di sejumlah titik pengamanan yang telah disiapkan,” ujarnya.

Dalam operasi tersebut, aparat juga mendirikan sejumlah pos pengamanan yang terdiri dari 12 pos pengamanan, sembilan pos pelayanan, serta empat pos terpadu guna memberikan pelayanan dan rasa aman kepada masyarakat.
Kapolda menyebutkan hingga saat ini situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Papua Barat masih relatif aman di seluruh kabupaten.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk dampak cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana alam seperti pohon tumbang dan tanah longsor telah dipetakan dan menjadi fokus pengawasan aparat.
“Terkait daerah yang rawan kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait, tinggal kita sama-sama melihat situasi dan kondisinya” jelasnya.
Kapolda mengungkapkan Kabupaten Manokwari menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam pengamanan karena tren gangguan kamtibmas yang relatif lebih tinggi dibanding daerah lainnya, meskipun didominasi kejahatan konvensional.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, kepolisian akan meningkatkan patroli di kawasan permukiman warga yang ditinggalkan saat mudik serta di lokasi yang kerap menjadi titik berkumpul masyarakat, khususnya kalangan anak muda.
Selain itu, patroli malam juga akan terus ditingkatkan selama Operasi Ketupat Mansinam 2026 berlangsung.
“Kami berharap angka kejahatan dapat ditekan sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” katanya.
Kapolda juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan darurat kepolisian melalui call center 110 maupun layanan Basarnas di nomor 115 apabila terjadi gangguan keamanan maupun bencana alam.
Ia menambahkan, pelaksanaan Operasi Ketupat Mansinam 2026 mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.
Menurutnya, sinergi lintas instansi sangat penting mengingat sekitar 35 persen penduduk Papua Barat merupakan umat Islam yang akan merayakan Idul Fitri, baik di daerah maupun dengan melakukan perjalanan mudik.
“Dengan dukungan semua pihak, diharapkan pelaksanaan pengamanan Idul Fitri dapat berjalan optimal dan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan rasa aman,” ujarnya.


