JEJAKPAPUA.COM,PAPUA TENGAH – Di balik pegunungan Intan Jaya, Papua Tengah, lahirlah sebuah kisah inspiratif dari seorang anak petani yang mampu menembus batas dan mengukir sejarah baru.
Roni Loven Duwitau, S.Pt, anak bungsu dari pasangan Daniel Dewitau dan Millite Maiseni.Lahir dalam keluarga sederhana, Roni justru menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih prestasi.
Pada tahun 2024, ia tercatat sebagai wisudawan terbaik Universitas Papua (UNIPA), menyelesaikan studi dalam waktu hanya 3,5 tahun dengan predikat cumlaude.
“Ini prestasi terbaik yang Tuhan Yesua kasih buat saya ini juga menjadi sejarah kalau anak petani juga bisa bersaing dalam dunia pendidikan,” ucapnya.
Tak berhenti di situ, pada tahun 2025 Roni kembali menorehkan pencapaian membanggakan: ia resmi menjadi CPNS termuda dari Kabupaten Intan Jaya, di antara ratusan sarjana lainnya.
“Pertama saya mengucap syukur kepada Tuhan. Dalam setiap perjuangan pendidikan, saya selalu ditemani dengan prestasi. Saat SMP tahun 2016, saya juara 2 ujian nasional tingkat Kabupaten Intan Jaya, selanjutnya saya di kasih kesempatan sekolah di SMK Sragen, Jawa Tengah, setelah itu saya melanjutkan pendidikan di Universitas Papua, Puji Tuhan, saya menyelesaikan pendidikan saya hanya 3,5 tahun dan mendapatkan predikat kelulusan cumlaude, dan kini jadi CPNS termuda,” kata Ronny.

Momen paling berkesan terjadi pada 15 Agustus 2025. Roni berdiri di hadapan ribuan ASN dan 400 CPNS lainnya, menerima SK CPNS secara simbolis dari Bupati Intan Jaya, Aner Maiseni, S.Kom., S.H., M.H.
“Roni adalah CPNS termuda di antara teman-teman sarjana. Ini kebanggaan bagi Intan Jaya,” ucap Bupati Aner Maiseni saat prosesi tersebut.
Perjalanan Roni menjadi kisah yang menyemangati banyak anak muda Papua.
Meski lahir dari keluarga petani, doa, kerja keras, dan semangat juang membuatnya menorehkan jejak luar biasa.
Dirinya juga berharap kisah ini menjadi motivasi buat generasi papua untuk tetap berjuang demi mengapai cita-cita yang di inginkan, kehidupan yang sederhana bukan jadi penghalang.
“Semoga kisah ini jadi motivasi bagi generasi Papua. Berjuanglah lebih giat, sambil bergumul dalam doa, karena Tuhan selalu punya rencana indah,” pungkasnya.

