Maret 2, 2026
Headline Kabupaten Manokwari Sosial & Budaya

Bupati Hermus Indou Tekankan Pentingnya Kerukunan dalam Mubes IV Kerukunan Masyarakat Kei Manokwari

JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Bupati Manokwari, Hermus Indou, menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat, khususnya di Tanah Papua dan Kabupaten Manokwari.

Hal tersebut disampaikan Hermus Indou saat menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) ke-IV Kerukunan Masyarakat Kei Kabupaten Manokwari, Papua Barat, yang digelar pada Sabtu (24/1/2026).

‎Bupati Manokwari Hermus Indou mengingatkan bahwa perbedaan suku, budaya, dan latar belakang merupakan ciptaan Tuhan yang harus disyukuri serta dihargai sebagai kekuatan bersama.

‎“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk saling mengenal, memahami, dan memperkuat persaudaraan di antara sesama anak bangsa,” ujar Hermus.

‎Ia mengibaratkan Indonesia sebagai rumah besar yang dihuni oleh beragam latar belakang masyarakat, sehingga perlu dijaga bersama agar tetap aman, nyaman, dan damai.

‎“Kita semua hidup dalam satu rumah besar bernama Indonesia. Rumah ini harus dirawat dengan nilai-nilai estetika, kenyamanan, dan saling menghormati, agar semua penghuninya merasa aman dan damai,” katanya.

‎Hermus Indou juga menegaskan bahwa dukungan masyarakat dan keluarga memiliki peran penting dalam menopang jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.

‎Menurutnya, stabilitas sosial dan kebersamaan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kemajuan daerah.

‎Ia pun mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk menghormati proses demokrasi dengan mendukung pemimpin yang terpilih secara sah.

‎“Pemimpin yang terpilih melalui proses demokrasi harus kita dukung bersama, karena mereka membawa amanah dan martabat masyarakat yang diwakilinya,” tegas Bupati Manokwari.

‎Selain itu, Hermus Indou menekankan pentingnya regulasi yang jelas dan sehat dalam proses pemilihan pimpinan lembaga sosial dan organisasi kemasyarakatan agar roda organisasi berjalan harmonis dan berkelanjutan.

‎Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, berorganisasi secara damai, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.

‎“Setiap orang memiliki peran dalam menjaga keberlangsungan hidup orang lain. Karena itu, mari memilih dan mendukung pemimpin yang mampu membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya.

‎Sementara itu, Ketua Panitia Mubes IV Kerukunan Masyarakat Kei Kabupaten Manokwari, Aloysius Tawurutubun, menjelaskan bahwa mekanisme pemilihan ketua dilakukan dengan sistem one man one vote, di mana setiap peserta memiliki satu hak suara.

‎Berdasarkan data yang dihimpun panitia, jumlah masyarakat Kei yang terdata mencapai sekitar 2.700 orang. Namun, peserta yang telah terverifikasi dan mendaftar sebagai pemilih dalam Mubes ini berjumlah sekitar 1.000 orang.

‎“Syarat untuk memiliki hak pilih adalah berusia minimal 17 tahun. Peserta berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Kota Manokwari sampai Wapramasi yang hadir untuk memberikan dukungan sekaligus menyalurkan hak suaranya,” jelas Aloysius.

‎Ia menambahkan, mekanisme pemilihan dilaksanakan layaknya pemilihan umum. Setiap pemilih menerima kertas suara berdasarkan daftar hadir, kemudian masuk ke bilik suara untuk mencoblos.

‎Musyawarah Besar dan proses pemilihan ini dilaksanakan selama satu hari penuh. Panitia hanya bertugas menyiapkan sarana dan prasarana, sementara penentuan pilihan sepenuhnya menjadi hak peserta sebagai pemilik suara yang sah.

‎”Kami berharap pemilihan kepala suku ini dapat berjalan dengan baik dan lancar serta mendapatkan pemimpin yang bijak untuk masyarakat Kei kedepannya,” pungkasnya (JP13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *