JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Direktur CV. Sinar Tani Mauro Star Maikel Saiba mendesak Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak segera menyelesaikan pembayaran Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang hingga kini belum juga dibayarkan, meski telah masuk ke bank sejak sepekan lalu.
Desakan tersebut disampaikan langsung oleh Direktur CV Sinar Tani Mauro Star kepada Bupati dan Wakil Bupati Pegunungan Arfak, Sekretaris Daerah, serta dinas terkait, khususnya Dinas Keuangan.
Ia mengingatkan agar pembayaran SP2D tidak melewati batas waktu 25 Desember 2025, karena jika tertunda dikhawatirkan akan menjadi utang dan dibebankan pada tahun anggaran 2026.
“SP2D kami sudah masuk di bank sejak satu minggu lalu, tapi sampai sekarang belum terbayar. Kami juga dengar informasi bahwa dana Otsus sudah habis dari kas daerah. Jangan sampai ini tertunda dan jadi utang tahun 2026,” kata Maikel Saiba, Selasa (23/12/2025).
Ia menegaskan, keterlambatan pembayaran tersebut sangat berdampak pada pihaknya, terutama menjelang perayaan Natal.
“Kami juga mau merayakan Natal tanggal 25 Desember. Kami punya kebutuhan, bukan hanya untuk usaha, tapi juga kebutuhan keluarga,” ujarnya.
Maikel Saiba juga menyatakan siap melakukan aksi pemalangan terhadap kantor keuangan daerah hingga Bank Papua apabila SP2D tidak segera dicairkan.
“Saya selaku Direktur CV Sinar Tani Mauro Star siap melakukan pemalangan keuangan dan Bank Papua. Bank Papua itu ada di wilayah saya, itu tempat kami. Mau tidak mau, suka tidak suka, kami tetap palang,” tegas Maikel.
Ia menambahkan, langkah tersebut akan dilakukan bersama rekan-rekan penyedia jasa lainnya yang hingga kini juga belum menerima pembayaran.
“Saya berdiri bersama teman-teman yang SP2D-nya belum terbayar. Kalau lewat dari besok belum masuk, kami akan palang,” katanya.
Meski demikian, Maikel tetap berharap para pimpinan daerah di Kabupaten Pegunungan Arfak dapat mengedepankan kolaborasi dan penyelesaian secara baik tanpa kekerasan.
“Saya berharap pemimpin-pemimpin di Pegunungan Arfak jangan saling intervensi, tapi saling berkolaborasi demi kemajuan daerah. Jangan pakai kekerasan, jangan terus aksi. Barang yang sudah ada, tolong kasih jalan,” ujarnya.
Ia menegaskan, penyelesaian SP2D tersebut tidak bisa ditunda hingga tahun depan.
“SP2D saya ini sudah satu minggu empat hari. Harus diselesaikan bulan ini, tidak bisa tunda ke tahun 2026,” pungkasnya.

