JEJAKPAPUA.COM,MANOKWARI – Ketua DPR Papua Barat (DPRP), Orgenes Wonggor, menegaskan lembaganya siap menindaklanjuti sepuluh tuntutan yang disampaikan mahasiswa dan organisasi kepemudaan (OKP) dalam aksi penyampaian aspirasi di Manokwari, Rabu (3/9/2025).
Menurut Orgenes, aspirasi yang berkaitan dengan kewenangan daerah akan langsung ditangani, sementara tuntutan yang menjadi ranah pemerintah pusat akan diteruskan secara resmi melalui surat.
“Salah satu poin terkait penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah sudah menjadi perhatian DPR. Bahkan ada laporan dari beberapa lembaga terkait hal ini. Bersama MRP, kami akan membentuk panitia khusus (pansus) untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, termasuk mendorong peran mama-mama Papua sebagai penyedia makanan bergizi,” kata Orgenes Wonggor.
Ia menambahkan, dinamika di pemerintah pusat diharapkan membawa dampak positif bagi daerah.
Orgenes juga memberikan apresiasi kepada aparat TNI-Polri yang telah menjaga keamanan serta mahasiswa yang menyampaikan aspirasi dengan damai tanpa menimbulkan gangguan kamtibmas.
“Ini contoh yang baik. Aspirasi bisa disampaikan dengan tertib dan bermartabat,” katanya.
Wakil Ketua II DPRP Papua Barat, Syamsudin Seknun, menambahkan bahwa seluruh anggota DPR tetap berada di daerah untuk menerima setiap suara masyarakat.
“Kami bersyukur kepada TNI-Polri yang dengan tangan dingin menjaga situasi tetap kondusif. Di beberapa daerah aksi berujung ricuh, tapi di Papua Barat aspirasi tersampaikan dengan baik dan kami siap menindaklanjutinya,” ujar Syamsudin.
Sementara itu, Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat, Judson Ferdinandus Waprak, menilai penyampaian aspirasi mahasiswa dan OKP merupakan bagian dari dinamika pembangunan yang sehat.
“Papua sedang mengurus Bhinneka Tunggal Ika. Pusat perlu memahami bahwa Papua bukan hanya soal otsus untuk orang asli Papua, tetapi juga rumah bagi seluruh nusantara. Maka, hal-hal yang terjadi di pusat jangan sampai berdampak buruk ke daerah,” tegasnya.
Judson juga mengajak mahasiswa agar aspirasi ke depan dapat disampaikan lewat dialog yang sejajar, khususnya terkait kekhususan Papua.
Ia menegaskan MRP bersama DPRP sepakat membentuk pansus untuk mengawal aspirasi yang disampaikan masyarakat.
“Manokwari sebagai kota Injil harus menjadi sumber kabar baik, termasuk bagaimana kita menjaga kedamaian dalam menyampaikan aspirasi,” tandas Judson.

