Maret 2, 2026
Headline Kabupaten Manokwari Pemrov Papua Barat Sosial & Budaya

Imlek 2026 Bertepatan Ramadan dan Prapaskah, Ketua PSMTI: Ini Momen Toleransi yang Langka di Manokwari

0-0x0-0-0#

JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Manokwari, Alexsander Irsiandi, menilai perayaan Tahun Baru Imlek 2026 menjadi momentum istimewa karena berdekatan dengan bulan suci Ramadan dan masa Prapaskah umat Kristiani.

‎Menurutnya, Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 17 dan 18 Februari 2026 hampir bersamaan dengan dimulainya ibadah puasa umat Muslim serta masa Prapaskah bagi umat Kristen, khususnya Katolik.

‎“Di sinilah letak momen yang sangat spesial. Tahun Baru Tionghoa kali ini bertepatan dengan bulan puasa saudara-saudara Muslim. Kami sebagai umat Kristen, khususnya Katolik, juga mulai masa Prapaskah dengan Rabu Abu dan berpuasa selama 40 hari,” ujar Alexsander, Senin (16/2/2026).

‎Alexsander menjelaskan, Ramadan bagi umat Muslim berlangsung selama 30 hari, sementara umat Katolik menjalani masa Prapaskah selama 40 hari sebagai persiapan menyambut Paskah.

‎Ia menyebut, kebersamaan momentum spiritual tersebut merupakan peristiwa yang jarang terjadi.

‎“Ini momen yang sangat sakral. Ada keterbaruan antara Tahun Baru Tionghoa, puasa Ramadan, dan masa puasa umat Kristen Katolik. Biasanya ada jeda satu atau dua minggu, tapi di tahun 2026 ini hampir semuanya bersamaan,” katanya.

‎Menurut dia, situasi ini mencerminkan nilai toleransi yang sangat kuat di tengah keberagaman masyarakat Kota Manokwari.

‎Alexsander berharap, bertepatan­nya momen keagamaan tersebut semakin mempererat kerukunan antarumat beragama di Papua Barat, khususnya di Manokwari.

‎“Semoga kebersamaan ini membuat kita semua aman, nyaman, dan tenang dalam menjalani ibadah masing-masing. Harapannya kita lebih rukun, lebih nyaman bersama, dan tetap berbaur dengan peran masing-masing,” ungkapnya.

‎Ia menambahkan, suasana sukacita menyambut Imlek hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai perayaan etnis tertentu, tetapi menjadi bagian dari kebersamaan seluruh komponen masyarakat.

‎“Momentum ini luar biasa. Kita merayakan kegembiraan Imlek, saudara-saudara Muslim menjalankan ibadah puasa, dan umat Kristen Katolik memulai masa Prapaskah. Ini gambaran toleransi yang hidup di Kota Manokwari,” pungkasnya.

‎Perayaan Imlek 2026 pun diharapkan menjadi simbol harmoni, memperkuat persaudaraan, dan menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman masyarakat Papua Barat.( JP13).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *