JEJAKPAPUA.COM.BINTUNI – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Teluk Bintuni meningkatkan kesiapsiagaan menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dengan menyiagakan personel selama 24 jam penuh di sejumlah titik rawan kebakaran.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Teluk Bintuni, Welem Mecibaru, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi terjadinya kebakaran, terutama yang disebabkan oleh penggunaan petasan maupun kembang api oleh masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri.
“Kami tetap siaga 24 jam. Pemadam kebakaran berada pada status siaga satu untuk menjaga keamanan masyarakat, khususnya mengantisipasi kebakaran akibat kembang api yang biasa digunakan saat perayaan,” ujar Welem Mecibaru, Jumat (13/3/2026).
Welem menjelaskan, pihaknya telah memetakan sejumlah wilayah yang dinilai rawan kebakaran, di antaranya kawasan Kampung Lama, Tahiti dan pelabuhan serta beberapa wilayah SP (Satuan Pemukiman) yang kerap menjadi lokasi aktivitas masyarakat saat perayaan.
Menurutnya, personel Damkar ditempatkan di titik-titik tersebut guna mempercepat respons apabila terjadi insiden kebakaran.
“Kami siagakan personel di beberapa titik rawan, terutama di lokasi yang biasanya masyarakat menyalakan kembang api. Petugas selalu berada di lapangan untuk melakukan pengawasan,” jelasnya.
Dalam operasi siaga Lebaran kali ini, Damkar Teluk Bintuni menyiapkan sebanyak 2 mobil pemadam kebakaran dan juga 14 personil yang dibagi ke beberapa wilayah pelayanan.
Selain itu, posko pemadam tetap difungsikan sebagai pusat komando dengan pembagian area pelayanan di dalam kota maupun kawasan perkantoran.
“Saat ini kami memiliki satu pos utama, namun pembagian pelayanan dilakukan di beberapa titik, termasuk di wilayah kota dan kawasan perkantoran agar respons lebih cepat,” katanya.
Meski demikian, Welem mengakui pihaknya masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan fasilitas operasional dan jumlah personel.
Ia menyebut kebutuhan kendaraan operasional tambahan, berupa mobil pemadam kebakaran serta peningkatan jumlah anggota menjadi hal penting mengingat luas wilayah pelayanan Damkar Teluk Bintuni yang mencakup beberapa distrik dengan jarak cukup jauh.
“Kendala utama kami adalah fasilitas dan personel. Wilayah pelayanan cukup luas, mulai dari Bintuni Kota hingga distrik-distrik lain yang jaraknya berjauhan, sehingga membutuhkan tambahan armada dan anggota,” ungkapnya.
Selain itu, ketersediaan bak penampungan air di sejumlah wilayah juga menjadi tantangan saat proses pemadaman kebakaran.
Welem berharap adanya dukungan lintas instansi, termasuk pemerintah daerah dan dinas terkait, agar kebutuhan sarana prasarana pemadam kebakaran dapat segera dipenuhi demi pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dalam menggunakan petasan maupun kembang api selama perayaan Idul Fitri guna mencegah terjadinya kebakaran.
“Kami berharap masyarakat ikut menjaga keselamatan bersama. Ini demi kepentingan umum agar perayaan Lebaran berjalan aman dan nyaman,” pungkasnya. (JP13).


