Maret 2, 2026
Headline Hukum & Kriminal

Kasus Pencabulan Anak di Manokwari Meningkat, UPTD PPA Imbau Warga Berani Melapor

JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Angka kasus pencabulan terhadap perempuan dan anak di Manokwari dilaporkan mengalami peningkatan signifikan dalam sebulan terakhir.

‎Kondisi ini menimbulkan keprihatinan mendalam dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Manokwari.

‎Kepala UPTD PPA Manokwari, Orpa Marisan, mengaku miris melihat tren kasus kekerasan seksual yang terus meningkat, khususnya yang terjadi dalam lingkup keluarga.

‎“Untuk satu bulan ini angkanya naik sekali. Jujur, saya pribadi merasa sangat miris. Karena kasus-kasus ini sebagian besar terjadi di lingkungan terdekat korban,” ujar Orpa, Kamis (29/1/2026).

‎Orpa mengungkapkan, banyak kasus pencabulan tidak terlaporkan karena pelaku merupakan orang terdekat korban, bahkan anggota keluarga sendiri.

‎Kondisi tersebut membuat korban dan orang di sekitarnya memilih diam karena takut ancaman.

‎“Seperti pada kasus kemarin, ibu dari pelaku sebenarnya sudah mengetahui perbuatan suaminya sejak lama, tetapi karena ada pengancaman, dia tidak berani melapor,” jelasnya.

‎Ia menambahkan, korban dalam kasus tersebut sebelumnya hanya menyampaikan keluhan kepada tetangga. Berkat kepedulian warga sekitar, kasus itu akhirnya terungkap dan dapat ditangani secara hukum.

‎“Puji Tuhan, tetangga berinisiatif membantu. Ini yang kami harapkan, kepedulian masyarakat untuk saling menjaga,” kata Orpa.

‎UPTD PPA Manokwari mengimbau seluruh masyarakat, khususnya warga Kota Manokwari, agar tidak ragu melaporkan jika melihat, mendengar, atau mengalami dugaan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

‎“Kami siap melakukan pendampingan penuh. Seperti kemarin, korban sama sekali tidak memiliki keluarga di sini, dan UPTD yang mengambil alih pendampingan,” tegasnya.

‎Menurut Orpa, keberanian melapor menjadi kunci utama untuk memutus mata rantai kekerasan seksual yang kerap tersembunyi di balik dinding rumah tangga.

‎“Kasus ini sebenarnya banyak, hanya saja tidak dilaporkan karena terjadi dalam lingkup keluarga. Padahal kalau berani lapor, kami siap mendampingi,” ujarnya.

‎Ia juga menekankan bahwa pelaku kekerasan seksual umumnya bukan orang asing.

‎“Dari kasus-kasus yang kami tangani, pelaku bukan orang jauh. Justru orang terdekat. Karena itu kita harus benar-benar waspada dalam menjaga perempuan dan anak,” tambahnya.

‎Orpa berharap adanya kerja sama dari semua pihak, mulai dari keluarga, lingkungan sekitar, hingga aparat penegak hukum, untuk bersama-sama memberantas pelaku kekerasan seksual.

‎“Harapan kami, masyarakat mau bekerja sama. Kalau kita bersatu, predator-predator ini bisa kita basmi bersama,” tutup Orpa Marisan. (JP13).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *