JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat menyiapkan uang tunai sebesar Rp271 miliar guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat sekitar 8 persen dibandingkan realisasi penyaluran uang tunai pada tahun 2025 yang mencapai Rp221 miliar.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat, Setian, menegaskan pihaknya berkomitmen memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup, berkualitas, dan layak edar bagi masyarakat selama bulan Ramadan hingga Idulfitri.
“Bank Indonesia bersama perbankan akan terus memastikan distribusi uang Rupiah berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik selama Ramadan dan Idulfitri,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, peningkatan kebutuhan uang tunai pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) merupakan fenomena rutin setiap tahun, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari konsumsi rumah tangga, pembayaran THR, hingga transaksi perdagangan musiman.
Optimalkan Layanan Digital Penukaran Uang
Sebagai inovasi layanan penukaran uang, Bank Indonesia mengoptimalkan penggunaan website Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR) yang dapat diakses melalui pintar.bi.go.id.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat melakukan pemesanan penukaran uang secara daring sehingga dapat mengurangi antrean fisik di lokasi penukaran.
Selain meningkatkan kenyamanan masyarakat, sistem digital ini juga diharapkan mampu membuat distribusi uang lebih merata, adil, serta meningkatkan efisiensi dan kecepatan pelayanan.
BI Papua Barat mengimbau masyarakat untuk melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui platform PINTAR sebelum mendatangi lokasi penukaran.
Tiga Skema Layanan Penukaran
Selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026, Bank Indonesia Papua Barat menyediakan tiga skema layanan penukaran uang, yakni:
Layanan kas keliling sebanyak 12 kali di 12 lokasi, meliputi tempat ibadah, kantor pemerintahan, dan pusat keramaian pada 23 Februari hingga 13 Maret 2026.
Layanan penukaran terpadu bersama enam bank umum di Atrium Manokwari City Mall pada 11 Maret 2026 dengan kuota 1.000 penukar.
Layanan loket perbankan, dilayani oleh sembilan bank pada 12 titik layanan, terdiri dari 11 loket di Kabupaten Manokwari dan satu loket di Kabupaten Teluk Bintuni selama hari kerja pada periode yang sama.
Informasi jadwal dan lokasi layanan dapat diakses melalui media sosial resmi Bank Indonesia Papua Barat.
SERAMBI 2026 dan Edukasi Rupiah
Pelaksanaan layanan tersebut merupakan bagian dari program SERAMBI (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri) 2026 yang mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah.”
Program ini berfokus pada tiga kerangka utama pengelolaan uang Rupiah menjelang HBKN, yakni memastikan ketersediaan uang yang berkualitas dan terpercaya, distribusi uang yang efisien melalui layanan kas prima, serta kesiapan infrastruktur pendukung.
Dalam kesempatan itu, Bank Indonesia juga mengajak masyarakat menerapkan perilaku Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, antara lain dengan merawat uang Rupiah, menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi, serta berbelanja secara bijak.
Dorong Transaksi Nontunai
Selain memastikan kecukupan uang tunai, BI Papua Barat juga mendorong masyarakat untuk semakin memanfaatkan transaksi nontunai, termasuk penggunaan QRIS untuk transaksi ritel selama Ramadan dan Idulfitri.
Bank Indonesia juga meminta para Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) memastikan kesiapan sistem pembayaran guna mengantisipasi peningkatan volume transaksi pada periode tersebut.
Dengan berbagai langkah tersebut, Bank Indonesia berharap aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat berjalan lancar, aman, serta didukung sistem pembayaran yang andal dan efisien.(JP13)


