Maret 2, 2026
Dirlantas Polda Papua Barat Hukum & Kriminal Polda Papua Barat Polresta Manokwari

Kecelakaan Lalu Lintas Turun Selama Operasi Mansinam 2026, Dirlantas Tetap Waspada

JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Papua Barat mencatat adanya penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas selama delapan hari pelaksanaan Operasi Keselamatan Mansinam 2026.

‎Meski demikian, kepolisian menegaskan akan terus meningkatkan upaya pencegahan guna menekan angka kecelakaan di wilayah Papua Barat.

‎Direktur Lalu Lintas Polda Papua Barat, Kombes Pol Arief Bahtiar, mengatakan hasil evaluasi sementara menunjukkan jumlah kecelakaan lalu lintas selama Operasi Keselamatan Mansinam 2026 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan Operasi Lilin 2025.

‎“Jika dibandingkan dengan Operasi Lilin Mansinam 2025, terjadi penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas. Namun, kami tetap berkomitmen melakukan langkah-langkah pencegahan agar angka kecelakaan bisa terus ditekan,” ujar Dirlantas Arief Bahtiar, Senin (9/2/2026).

‎Berdasarkan data Ditlantas Polda Papua Barat, selama delapan hari operasi tercatat sebanyak tujuh kejadian kecelakaan lalu lintas.

‎Dari jumlah tersebut, sebagian besar terjadi di wilayah hukum Polresta Manokwari dengan tujuh lakalantas, sementara satu kejadian tercatat di Kabupaten Teluk Bintuni.

‎Akibat kecelakaan tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia, enam orang mengalami luka berat, dan tujuh orang lainnya mengalami luka ringan.

‎Ia juga menjelaskan, meskipun jumlah kejadian menurun, kecelakaan lalu lintas masih didominasi oleh kendaraan roda dua. Selain itu, faktor manusia masih menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan.

‎“Banyak kecelakaan disebabkan pengemudi kehilangan konsentrasi, termasuk karena pengaruh minuman beralkohol,” jelasnya.

‎Dari sisi waktu, kecelakaan lalu lintas paling banyak terjadi pada jam-jam rawan, khususnya di atas pukul 00.00 WIT. Kondisi ini menjadi perhatian serius jajaran kepolisian dalam menentukan langkah pengawasan dan patroli.

‎Selain kecelakaan, Ditlantas Polda Papua Barat juga mencatat masih tingginya pelanggaran lalu lintas.

‎Pelanggaran yang ditemukan di lapangan antara lain pengendara yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), tidak menggunakan helm standar SNI, serta pengendara di bawah umur.

‎“Kami mengimbau para orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya dan tidak memberikan kendaraan bermotor kepada anak yang belum cukup umur,” tegas Arief.

‎Untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, Ditlantas Polda Papua Barat bersama Polresta Manokwari terus meningkatkan patroli, termasuk patroli malam hari di titik-titik rawan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, serta mengantisipasi aksi balap liar.

‎“Kami berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas terus meningkat. Satu korban kecelakaan saja sudah sangat merugikan semua pihak,” pungkasnya. (JP13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *