JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Angka kecelakaan lalu lintas di Papua Barat mengalami peningkatan signifikan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Papua Barat untuk memperkuat upaya pencegahan melalui Operasi Keselamatan Mansinam 2026.
Direktur Lalu Lintas Polda Papua Barat, Kombes Pol Arief Bahtiar, mengungkapkan bahwa berdasarkan data Operasi Lilin 2025, jumlah kecelakaan lalu lintas meningkat hampir 150 persen, dari sembilan kejadian menjadi 22 kejadian.
Tak hanya itu, fatalitas korban meninggal dunia juga mengalami kenaikan, dari empat orang menjadi lima orang. Sementara korban luka berat meningkat 100 persen, dari enam orang menjadi 12 orang.
“Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi kami,” ujar Kombes Pol Arief Bahtiar, Senin (2/2/2026).
Sebagai langkah antisipasi, Polda Papua Barat melaksanakan Operasi Keselamatan Mansinam 2026 dengan mengedepankan tiga konsep utama, yakni pendekatan preventif, serta penegakan hukum.
”Kami akan melakukan tiga konsep utama yakni, pendekatan preventif dan preventif serta tetap mengutamakan pelayanan prima yang simpatik dan humanis kepada masyarakat,” ujarnya.
Pendekatan preemtif dan preventif difokuskan pada kegiatan edukasi, sosialisasi, dan imbauan kepada masyarakat terkait pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Upaya ini juga melibatkan peran media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan pesan keselamatan kepada publik.
“Kami mengajak rekan-rekan media untuk bersama-sama menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, pendekatan preventif dilakukan melalui patroli rutin dan penjagaan di sejumlah titik yang dinilai rawan kecelakaan maupun rawan pelanggaran lalu lintas.
Kombes Pol Arief Bahtiar menegaskan, kecelakaan lalu lintas pada dasarnya berawal dari pelanggaran, sehingga perilaku pengendara menjadi faktor utama yang harus diantisipasi dan dibenahi secara bersama.
Ia mengakui, di Kota Manokwari terdapat beberapa kawasan yang kerap dianggap rawan kecelakaan, seperti Pantai Dosa, jalan baru, serta sejumlah ruas jalan lainnya. Namun demikian, pihaknya tidak menetapkan satu lokasi tertentu sebagai titik rawan utama.
“Yang perlu dipahami masyarakat, semua titik jalan memiliki potensi terjadinya kecelakaan. Pelanggaran sekecil apa pun, jika diabaikan, pasti berisiko,” tegasnya.
Dirlantas Polda Papua Barat menegaskan, meskipun masih banyak aspek yang perlu dibenahi secara bertahap, seluruh upaya tersebut dilakukan demi mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas bagi masyarakat Papua Barat.(JP13)

