Maret 4, 2026
Headline Kabupaten Manokwari Kesehatan Pemerintahan Uncategorized

LSPI Gelar Pelatihan Aplikasi eHDW Berikut Harapan Wakil Bupati Manokwari Mugiyono

Foto Bersama Dalam Pelatihan kegiatan Pelatihan eHDW

JEJAKPAPUA.COM,MANOKWARI – Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono membuka Pelatihan Penggunaan dan Penerapan Aplikasi Electronic Human Development Worker (eHDW) yang diselenggarakan oleh Lembaga Studi Profesional Indonesia (LSPI). Kegiatan ini berlangsung di Swiss-Belhotel Manokwari, Selasa (12/8/2025).

Wakil Bupati Mugiyono menyampaikan bahwa penggunaan dan penerapan aplikasi eHDW bukan sekadar pelatihan awal, tetapi harus benar-benar dimanfaatkan dalam percepatan penurunan stunting di kampung-kampung.

“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia dan masa depan generasi bangsa. Penanganannya memerlukan kolaborasi semua pihak serta dukungan teknologi yang memadai. Aplikasi eHDW hadir sebagai salah satu solusi untuk memudahkan pencatatan, pengolahan, dan pelaporan data, baik secara online maupun offline, sehingga data yang dihasilkan akurat dan mutakhir,” kata Mugiyono.

Mugiyono berharap pemerintah kampung dapat lebih tanggap dan efektif dalam mengatasi stunting, dengan data valid sebagai kunci keberhasilan perumusan kebijakan dan evaluasi capaian pembangunan, khususnya di tingkat kampung.

“Kami berharap 163 peserta yang mengikuti pelatihan ini, diharapkan mengikutinya dengan baik dan sungguh-sungguh sehingga nanti ketika turun ke kampung masing-masing sudah paham penggunaan Aplikasi Electronic Human Development Worker,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur LSPI, Dr. Asmil Ilyas, mengapresiasi pemerintah daerah atas kepercayaannya kepada LSPI sebagai penyelenggara kegiatan.

“Kegiatan ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Menteri Desa Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pelatihan Masyarakat. Tujuannya adalah menambah wawasan, ilmu, dan keterampilan bagi aparatur desa serta warga untuk memajukan kampung, khususnya di Kabupaten Manokwari,” jelasnya.

Menurutnya kegiatan ini bertujuannya untuk mendukung upaya pencegahan stunting di desa melalui pemantauan dan pendataan sasaran rumah tangga, serta memfasilitasi konvergensi intervensi gizi.

Selain itu Aplikasi ini juga membantu Kader Pemberdayaan Masyarakat (PMK) dalam bertugas melakukan pemetaan, diagnostik, rembuk, pelaporan, dan mengakses media terkait stunting di kampung-kampung.

Ia juga menambahkan, pelatihan ini menghadirkan narasumber dari kementerian terkait yang berpengalaman di bidangnya. (JP13).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *