JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Manokwari terus melakukan pendalaman kasus pembunuhan terhadap seorang pelajar yang terjadi di kawasan Pantai Amban, Manokwari, Papua Barat.
Kasat Reskrim Polresta Manokwari, AKP Agung Gumara Samosir mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dalam peristiwa tragis yang terjadi pada Rabu (4/3/2026) malam tersebut.
Menurutnya, korban perempuan yang selamat dari kejadian itu hingga kini masih dalam kondisi trauma sehingga belum dapat dimintai keterangan secara maksimal oleh penyidik.
“Korban yang selamat masih dalam kondisi terguncang akibat kejadian tadi malam, sehingga belum bisa kami periksa secara penuh,” ujar AKP Agung Gumara Samosir, Kamis (5/3/2026).
Berdasarkan hasil visum yang dilakukan oleh pihak rumah sakit, korban laki-laki diduga meninggal dunia akibat luka berat pada bagian leher.
“Dari hasil visum sementara tadi malam di rumah sakit, kemungkinan leher korban patah. Namun untuk dilakukan otopsi, pihak keluarga tidak bersedia karena mereka menilai penyebab kematian sudah cukup jelas,” jelasnya.
Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi juga menemukan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan pelaku saat melakukan penganiayaan.
“Di lokasi kami menemukan sebuah balok kayu yang diduga kuat digunakan pelaku untuk memukul korban. Selain itu ada juga tas serta pakaian milik korban,” katanya.
Tak hanya melakukan kekerasan, pelaku juga diduga mengambil barang milik korban sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.
“Handphone dan dompet milik korban juga diambil oleh pelaku,” ungkapnya.
Polisi saat ini telah mengantongi beberapa nama yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut dan tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku.
“Kami sudah mengantongi beberapa nama dan saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Sementara itu, korban perempuan mengalami luka pada bagian wajah, mata, serta bagian dada dan perut akibat pukulan dan tendangan pelaku. Ia juga sempat mendapat perlakuan tidak senonoh dari pelaku.
“Berdasarkan keterangan awal, korban perempuan sempat dipegang pada bagian kemaluannya oleh pelaku. Namun hal ini masih kami dalami lebih lanjut karena korban masih dalam kondisi syok,” tambahnya.
Saat ini korban perempuan masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Berdasarkan keterangan sementara, peristiwa itu terjadi saat kedua korban sedang duduk di kawasan pantai sambil menunggu waktu berbuka puasa.
Pada pukul 16:00 kedua muda-mudi tersebut mengunjungi pantai Petrus kafiar amban untuk berbuka puasa bersama.
Usai berbuka kedua korban mau pulang dari pantai Petrus kafiar amban untuk mengikuti sholat tarawih.
Namun sekitar pukul 18.30 hingga 19.00 WIT, seorang pria yang tidak dikenal tiba-tiba datang dan langsung menendang kursi tempat korban duduk.
“Korban laki-laki sempat berdiri dan bertanya kepada pelaku ‘kakak saya salah apa’, namun tanpa banyak bicara pelaku langsung memukul korban menggunakan balok kayu hingga menyebabkan luka serius,” jelasnya.
Pelaku kemudian juga memukul korban perempuan di bagian wajah serta menendang bagian perut dan dada korban sebelum melarikan diri.
Setelah pelaku pergi, korban perempuan berusaha bangkit dan meminta bantuan warga sekitar. Ia kemudian dibawa ke Polsek Amban untuk melaporkan kejadian tersebut.
Sementara korban laki-laki ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa saat petugas kepolisian tiba di lokasi sekitar pukul 21.30 WIT.
AKP Agung Gumara Samosir juga mengimbau masyarakat, khususnya para pemuda, agar lebih berhati-hati ketika berada di tempat yang sepi guna meminimalisir potensi terjadinya tindak kriminal.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama ketika berada di lokasi yang sepi. Namun yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga keamanan dan mengubah pola pikir untuk tidak melakukan tindakan kriminal,” tutupnya. (JP13).


