JEJAKPAPUA.COM,MANOKWARI – Pemerintah Kabupaten Manokwari akan lebih terlibat dalam pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Pernyataan ini usai terjadinya kasus siswa yang keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) beberapa minggu lalu.
Dengan demikian Pemkab akan menunjuk satu penanggung jawab atau person in charge (PIC) khusus.
Tindakan ini diambil untuk memastikan seluruh dapur sehat swasta di wilayah tersebut beroperasi sesuai standar.
Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono menyampaikan, selama ini pendirian dapur sehat swasta MBG di Manokwari masih sepenuhnya ditangani Badan Gizi Nasional (BGN) tanpa koordinasi langsung dengan pemerintah daerah.
“Berdasarkan rapat koordinasi kepala daerah dengan BGN di Bogor, Pemkab mendapat perintah untuk menunjuk satu PIC yang akan berkoordinasi dengan seluruh dapur sehat MBG swasta ke depannya,” kata Mugiyono Senin (11/8/2025).
Menurut Bupati Manokwari PIC tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) agar pengawasan terhadap dapur sehat yang beroperasi bisa lebih optimal.
Saat ini, baru ada delapan dapur swasta dan satu dapur Sekolah Pemberi Pangan Gizi (SPPG) yang dibangun Kodim 1801 Manokwari.
“25 perusahan akan segera mendaftar ke BGN untuk membuka dapur sehat di Manokwari ini langkah awal yang baik sehingga MBG ini bisa sampai kepelosok,” kata Mugiyono.
Ia menilai, tingginya minat masyarakat dan pelaku usaha menjadi mitra MBG membuat peran PIC penting untuk mengawal kelayakan makanan serta mencegah potensi keracunan.
Mugiyono juga menyebutkan, BGN berencana membangun tiga dapur SPPG tambahan di Manokwari untuk memperkuat layanan MBG di daerah itu. (JP13).

