Maret 2, 2026
Headline

Pengalangan Dana “Manokwari Peduli” : Ajak Semua Pihak Bantu Pengungsi Moskona Utara

0-0x0-0-0#

JEJAKPAPUA.COM,MANOKWARI – Ketua Koordinator Tim Penggalangan Dana korban pengungsian Distrik Moskona Utara, Boas Sumel, mengajak seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat Kabupaten Manokwari untuk membantu warga yang mengungsi di Distrik Moskona Utara, Kabupaten Bintuni akibat konflik yang sedang terjadi.‎‎Penggalangan dana akan dimulai Sabtu, 25 Oktober 2025, melalui pos-pos pengumpulan yang dibuka di sejumlah titik kota Manokwari.‎‎

Boas menjelaskan, aksi kemanusiaan itu dilatarbelakangi keprihatinan terhadap kondisi keluarga pengungsi yang membutuhkan bantuan pangan, sandang, selimut dan kebutuhan dasar lainnya.‎‎

“Maka itu kami akan lakukan penggalangan dana akibat konflik yang terjadi, Kami mohon dukungan dari semua instansi pemerintah provinsi Papua, kabupaten Manokwari, dan semua masyarakat Kabupaten Manokwari untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak pengungsian,” ujar Boas Sumel saat konferensi pers, Jumat (24/10/2025).‎‎

Menurut Boas, penggalangan dana akan dilakukan mulai Sabtu, 25 Oktober 2025, di setiap lampu merah dan titik keramaian di Manokwari. Tim juga membuka posko pengumpulan di sekretariat Dewan Adat Wilayah III Doberay.‎‎

“Kami akan lakukan penggalangan dana mulai dari besok, hari Sabtu tanggal 25 Oktober, di setiap lampu merah untuk melakukan penggalangan dana untuk melayani kemanusiaan kepada masyarakat kita di Kabupaten Bintuni pada titiknya di Kampung Distrik Moskona Utara,” kata Boas.

‎‎Sekretaris tim penggalangan dana, Jekson Bomoi, menyampaikan mekanisme bantuan bersifat terbuka dan menerima sumbangan dari masyarakat umum maupun instansi. Bantuan yang terkumpul nantinya akan dihimpun di posko resmi dan didistribusikan langsung ke lokasi pengungsian di Distrik Moskona Utara.

‎‎“Mungkin dari pihak terjaring, teman-teman yang mau membantu dengan hati bisa membantu kami. Atau masyarakat Kabupaten Manokwari bisa memberikan sumbangan support untuk posko kami,” ujar Jekson Bomoi.‎‎

Ia juga menambahkan bahwa gerakan ini bukan hanya tanggung jawab organisasi mahasiswa atau kelompok tertentu, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat, termasuk wakil rakyat dan pejabat daerah.‎‎

“Ini tanggung jawab kita semua, tanggung jawab seluruh masyarakat terhadap para pengungsi yang merasa tergerak hati bisa hubungi langsung tim yang ada,” tegasnya.‎‎

Dalam pernyataannya, Boas juga menegaskan bahwa gerakan penggalangan dana bersifat kemanusiaan dan tidak memihak pada pihak manapun terkait konflik yang terjadi.

‎‎“Sekali lagi kita tidak memihak pada siapa-siapa. Silakan pihak manapun mau berkonflik, tapi jangan masyarakat sipil. Kita peduli terhadap kemanusiaan — kami akan melakukan evakuasi dan penyaluran bantuan bagi masyarakat sipil ke Kabupaten Bintuni dengan baik,” ujar Jekson.‎‎

Tim penggalangan membuka kesempatan bagi relawan, organisasi kemasyarakatan, instansi Pemerintah Provinsi Papua dan Pemkab Manokwari untuk bergabung atau menyalurkan bantuan melalui posko Dewan Adat Wilayah III Doberay.‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *