Maret 2, 2026
Headline Uncategorized

Peran Strategis dan Tantangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Indonesia

JEJAKPAPUA.COM,MANOKWARI –Industri Kecil dan Menengah (IKM) memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Saat ini, IKM telah menunjukkan perkembangan yang signifikan di berbagai kota dan kabupaten di Indonesia.Berdasarkan data Kementerian Perindustrian RI tahun 2024, IKM mencakup 99,77% dari total unit usaha di Indonesia, yaitu sebanyak 4,52 juta unit.

IKM juga menjadi kontributor utama dalam penyerapan tenaga kerja, dengan melibatkan hampir 13,22 juta orang.Keberhasilan ini tidak lepas dari ketangguhan IKM dalam menghadapi berbagai kondisi krisis ekonomi dari tahun ke tahun.

Meskipun demikian, pengembangan IKM di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan yang kompleks.

Beberapa kendala yang umum dialami antara lain adalah tingginya harga bahan baku, keterbatasan modal, kesulitan dalam mengakses pasar, keterbatasan teknologi, kurangnya kreativitas produk, serta belum optimalnya kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam sektor ini.

Untuk itu, diperlukan strategi terpadu dan kolaboratif dalam mengatasi kendala-kendala tersebut.

Salah satu solusi utama adalah perlunya peran aktif pemerintah dalam memberikan pengayoman dan dukungan nyata kepada pelaku IKM.

Pemerintah dapat menyelenggarakan berbagai pelatihan guna meningkatkan kapasitas SDM, baik dalam aspek manajerial, produksi, maupun pemasaran.

Selain itu, peningkatan infrastruktur juga menjadi hal penting untuk menunjang efisiensi proses bisnis IKM, termasuk dalam mempermudah akses terhadap pasar dan bahan baku.Tidak hanya pemerintah, perguruan tinggi juga memegang peran penting dalam mendukung kemajuan IKM.

Melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, institusi pendidikan tinggi dapat mengimplementasikan hasil-hasil riset yang relevan untuk kebutuhan pelaku IKM.

Namun, implementasi ilmu tersebut harus disesuaikan secara tepat dengan kondisi dan kebutuhan nyata yang dihadapi oleh pelaku usaha, agar hasilnya lebih efektif dan aplikatif.

Selain dukungan eksternal, pelaku IKM sendiri juga harus memiliki kesadaran dan keinginan kuat untuk terus berkembang.

Kemampuan berinovasi dalam produk, adaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta keterbukaan terhadap informasi dan pembelajaran baru merupakan kunci untuk meningkatkan daya saing IKM di tengah tantangan globalisasi dan perubahan ekonomi.

Dengan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku IKM itu sendiri, diharapkan industri kecil dan menengah di Indonesia dapat terus tumbuh, berdaya saing, dan berkontribusi lebih besar dalam perekonomian nasional.

Artikel ini ditulis oleh seorang Akademisi Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) Universitas Papua (UNIPA), Diah Nurlaila, S.T., M.T. pada bulan Juli 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *