Maret 2, 2026
Headline Kabupaten Manokwari Pemrov Papua Barat Sosial & Budaya

Rayakan Imlek dengan Sukacita, PSMTI Manokwari Tegaskan Semangat Persatuan dan Toleransi

0-0x0-0-0#

JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Manokwari, Alexsander Irsiandi, menegaskan perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Kota Manokwari mengusung tema “Harmoni Imlek Nusantara”.

‎Tema tersebut, kata dia, menekankan pentingnya kebersamaan dan persatuan lintas suku, agama, dan budaya di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Manokwari.

‎“Tema Imlek tahun ini adalah Harmoni Imlek Nusantara. Artinya bukan sebatas orang-orang keturunan Tionghoa saja, tetapi kita berbaur dengan seluruh masyarakat,” ujar Alexsander, Senin (16/2/2026).

‎Alexsander menjelaskan, perayaan Imlek tahun ini juga diisi dengan kegiatan berbagi kasih kepada masyarakat kecil, terutama para mama-mama Papua yang setiap hari berjualan di pinggir jalan demi memenuhi kebutuhan keluarga.

‎“Kita berbagi kasih dengan mama-mama Papua yang berjualan di pinggir jalan. Mereka setiap hari mencari sesuap nasi dengan kondisi ekonomi yang sangat terbatas. Itu menjadi titik tolak kami agar mereka juga bisa merasakan suasana Tahun Baru Tionghoa di Papua, khususnya di Kota Manokwari,” katanya.

‎Menurutnya, semangat berbagi tersebut merupakan wujud nyata kepedulian sosial warga Tionghoa sebagai bagian dari masyarakat Indonesia.

‎Alexsander menuturkan, makna perayaan Imlek tidak hanya sebatas seremoni, tetapi juga momentum refleksi dan kebangkitan ekonomi bersama.

‎“Kami sebagai warga keturunan Tionghoa dan juga warga negara Indonesia ingin bersama-sama dengan seluruh masyarakat Nusantara mengangkat ekonomi agar lebih stabil dan maju ke depan,” ujarnya.

‎Ia mengakui, kondisi perekonomian belakangan ini mengalami penurunan di berbagai sektor. Karena itu, perayaan Imlek menjadi momentum memperkuat solidaritas dan kerja sama lintas komunitas.

‎“Bagaimana kita bersatu mengangkat citra harmoni ekonomi yang lebih stabil dan lebih maju ke depan,” tambahnya.

‎Dalam kesempatan itu, Alexsander juga menjelaskan makna warna merah yang identik dengan perayaan Imlek.

‎“Warna merah adalah warna sukacita dan lambang keberanian. Seperti bendera Merah Putih, merah itu berani dan putih itu suci. Jadi merah melambangkan semangat dan kegembiraan,” jelasnya.

‎Ia bahkan mengenakan busana merah saat diwawancarai sebagai simbol sukacita menyambut Tahun Baru Tionghoa di Tanah Papua.

‎“Kalau duka biasanya identik dengan warna hitam atau putih. Hari ini saya pakai baju merah karena ini momen sukacita menyambut Tahun Baru Tionghoa,” katanya.

‎Perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini jatuh pada 17 Februari 2026. Alexsander berharap momentum tersebut menjadi wadah kebersamaan seluruh komponen masyarakat di Tanah Papua, khususnya di Manokwari.

‎“Harapan kami, tahun baru ini menjadi wadah kebersamaan kami bersatu dengan seluruh masyarakat di Tanah Papua, terlebih khusus di Kota Manokwari,” pungkasnya.

‎Perayaan Imlek 2026 di Manokwari pun diharapkan semakin memperkuat nilai toleransi, persaudaraan, dan harmoni dalam keberagaman yang selama ini terjalin di Papua Barat. (JP13).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *