Maret 1, 2026
Headline Kabupaten Manokwari Pemrov Papua Barat Sosial & Budaya

Resmi Dilantik Abner Itlay Tegaskan Kerukunan Pegunungan Tengah Tetap Bersatu

JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Kepala Suku terpilih Kerukunan Keluarga Besar Pegunungan Tengah Provinsi Papua Barat, Abner Itlay, menegaskan bahwa kerukunan tersebut dibentuk sebagai wadah pemersatu untuk mempererat tali persaudaraan dan menjaga kebersamaan masyarakat Pegunungan Tengah yang berada jauh dari kampung halaman.

‎Hal itu disampaikan Abner Itlay dalam sambutannya pada pelantikan pengurus kerukunan, yang berlangsung di Manokwari. Ia mengatakan, kerukunan ini tidak hanya berfungsi sebagai organisasi formal, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk membangun solidaritas sosial, budaya, hingga interaksi sosial dan politik masyarakat Pegunungan Tengah di Papua Barat.

“Organisasi ini bukan sekadar struktur, tetapi merupakan rumah bersama untuk berbagi suka dan duka. Kepada para pengurus yang baru dikukuhkan, saya berharap amanat besar ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Abner.

‎Abner juga menegaskan bahwa kekompakan dan kebersamaan masyarakat Pegunungan Tengah selama ini telah terbangun dengan baik.

Karena itu, ia meminta seluruh warga untuk tetap menjaga persatuan dan tidak membentuk kerukunan lain di luar wadah yang telah disepakati bersama.

‎“Kita sudah satu, kita sudah sepakat. Kerukunan ini adalah wadah resmi kita bersama. Mari jaga kebersamaan dan hindari perpecahan,” tegasnya.

‎Sementara itu, intelektual Kerukunan Keluarga Besar Pegunungan Tengah Provinsi Papua Barat, Aloysius Paulus Siep, menjelaskan bahwa keberadaan masyarakat Pegunungan Tengah di Papua Barat telah berlangsung sejak tahun 1970-an.

‎Menurutnya, kehadiran tersebut dimulai dari generasi orang tua hingga generasi muda yang kini menempuh pendidikan, bekerja, dan berkontribusi di berbagai sektor di Papua Barat.

‎“Kerukunan ini dibangun untuk menjaga persatuan, menghindari perpecahan, serta memastikan setiap proses organisasi berjalan secara adil dan transparan, termasuk dalam pengambilan keputusan dan dinamika politik,” ujar Aloysius.

‎Ia menegaskan bahwa meskipun secara administratif wilayah Papua mengalami pemekaran provinsi, masyarakat Pegunungan Tengah tetap satu dalam identitas dan kebersamaan.

‎“Kami datang ke Papua Barat untuk menuntut ilmu, bekerja, dan berkontribusi bagi daerah ini. Walaupun provinsi bisa dimekarkan, Pegunungan Tengah tetap satu,” tegasnya.

‎Pelantikan pengurus Kerukunan Keluarga Besar Pegunungan Tengah Provinsi Papua Barat ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan internal, meningkatkan peran aktif masyarakat Pegunungan Tengah, serta mendorong kontribusi positif dalam mendukung pembangunan dan menjaga keharmonisan sosial di Papua Barat. (JP13).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *