JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Manokwari mengimbau masyarakat agar segera mengambil kendaraan yang menjadi barang bukti kecelakaan lalu lintas (laka) dan saat ini masih terparkir di halaman Polresta Manokwari.
Kasatlantas Polresta Manokwari, Iptu Nurfah, menyusul semakin terbatasnya kapasitas penyimpanan kendaraan di Unit Laka Satlantas.
Iptu Nurfah menjelaskan, ruang penyimpanan barang bukti yang tersedia saat ini tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang terus bertambah akibat kasus kecelakaan lalu lintas.
“Kami mengimbau para pemilik kendaraan, apabila proses mediasi maupun penyelesaian perkara sudah selesai, segera datang ke Unit Laka Satlantas untuk mengambil kendaraannya. Kapasitas tempat penyimpanan kami terbatas, sementara kendaraan yang terlibat laka terus masuk untuk kami amankan,” ujarnya.
Ia menegaskan, proses pengambilan kendaraan dapat dilakukan dengan menunjukkan bukti kepemilikan yang sah, seperti STNK atau BPKB.
Hal tersebut penting guna memastikan kendaraan diserahkan kepada pemilik yang berhak serta mempermudah proses administrasi.
Menurutnya, meskipun sudah ada sejumlah warga yang datang mengambil kendaraan, masih banyak unit yang hingga kini belum diambil oleh pemiliknya.
“Masih cukup banyak kendaraan yang belum diambil. Di sisi lain, kasus kecelakaan yang terjadi membuat jumlah barang bukti terus bertambah,” katanya.
Karena itu, pihaknya meminta kerja sama masyarakat yang merasa memiliki kendaraan yang diamankan agar segera melakukan pengurusan pengambilan.
“Kami minta kerja samanya kepada masyarakat yang kendaraannya diamankan di sini agar segera diambil, sehingga bisa segera diperbaiki dan tidak semakin menumpuk di halaman,” tambahnya.
Satlantas Polresta Manokwari juga berharap angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Manokwari dapat ditekan melalui peningkatan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
Dengan menurunnya angka kecelakaan, jumlah kendaraan yang harus diamankan sebagai barang bukti pun diharapkan tidak terus meningkat, sehingga kondisi penyimpanan tetap terkendali dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.(JP13).

