JEJAKPAPUA.COM.SORONG – Peristiwa penikaman tragis menimpa seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (18/1/2026) pagi.
Korban meninggal dunia setelah ditikam oleh terduga pelaku yang diduga merupakan mantan suaminya, tepat di depan Gereja Katolik Paroki Santo Bernadus Aimas.
Korban diketahui bernama Cristina Ewit Syufi, perempuan asal Suku Tambrauw yang sehari-hari berprofesi sebagai ibu rumah tangga.
Insiden tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban serta mengguncang masyarakat sekitar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunPapuaBarat.com, kejadian bermula sekitar pukul 08.50 WIT.
Saat itu, korban bersama anaknya memesan kendaraan daring Maxim untuk menuju Gereja Katolik Paroki Santo Bernadus Aimas guna mengikuti ibadah Minggu.
Sekitar pukul 08.55 WIT, kendaraan tiba di depan gerbang gereja. Namun korban belum segera turun dari kendaraan karena melihat mantan suaminya, Maximus Sasior dari Suku Maybrat, berada di sekitar lokasi gereja.
Saksi mata yang juga pengemudi Maxim, La Rima, warga Kecamatan Aimas, Kabupaten Sorong, menuturkan bahwa dirinya telah menyampaikan kepada korban bahwa perjalanan telah selesai dan meminta korban untuk turun dari kendaraan.
Sekitar pukul 09.08 WIT, korban bersama anaknya akhirnya turun dari kendaraan. Tak berselang lama, terduga pelaku mendekati korban dan langsung melakukan penikaman menggunakan senjata tajam.
Setelah melakukan aksinya, pelaku melarikan diri menggunakan kendaraan jenis Toyota Hilux tanpa nomor polisi.
Meski dalam kondisi terluka parah dan sambil menggendong anaknya, korban sempat berlari ke arah gereja sambil meminta pertolongan.
Namun nahas, korban terjatuh tepat di depan gerbang gereja dan meninggal dunia di tempat kejadian.
Sekitar pukul 09.15 WIT, aparat kepolisian tiba di lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), melakukan olah TKP, serta mengambil keterangan dari para saksi guna penyelidikan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi sorotan serius dan dinilai sebagai tindak kekerasan yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap dan menangkap pelaku, serta memproses kasus ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan.
Duka cita mendalam disampaikan kepada keluarga korban.
Masyarakat juga berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan keamanan di lingkungan tempat ibadah dapat lebih ditingkatkan demi memberikan rasa aman bagi seluruh warga.

