Maret 2, 2026
BPJS kesehatan Headline Kabupaten Manokwari Kesehatan

Program JKN Hadir Lindungi Pekerja, Merry Mananohas Rasakan Manfaat Pengobatan Hipertiroid Ditanggung BPJS Kesehatan

JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui jaminan pembiayaan layanan kesehatan yang komprehensif.

‎Perlindungan tersebut mencakup penanganan berbagai penyakit, termasuk pengobatan jangka panjang akibat kondisi kronis yang membutuhkan terapi serta kontrol rutin secara berkala.

‎Salah satu peserta yang merasakan langsung manfaat tersebut adalah Merry Mananohas (29), karyawan swasta di Manokwari yang terdaftar sebagai peserta JKN dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) melalui perusahaan tempatnya bekerja.

‎Merry didiagnosis mengalami thyrotoxicosis hyperthyroidism, yakni kondisi akibat kadar hormon tiroid yang berlebihan dalam tubuh.

‎Ia menuturkan, gejala awal yang dirasakan berupa jantung berdebar, penurunan berat badan meskipun nafsu makan meningkat, tangan yang kerap gemetar, serta sulit tidur.

‎“Saya sempat menunda pemeriksaan karena mengira hanya kelelahan akibat pekerjaan. Namun, ketika keluhan semakin parah dan tidak kunjung membaik, saya akhirnya memutuskan untuk segera menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit guna memperoleh penanganan medis,” jelas Merry kepada TribunPapuaBarat.com.

‎Setelah menjalani pemeriksaan menyeluruh dan tes laboratorium, ia dinyatakan mengalami gangguan hormon tiroid yang mengharuskannya menjalani terapi serta kontrol rutin.

‎Kabar tersebut sempat menimbulkan kecemasan, mengingat pengobatan yang harus dijalani tidak singkat dan membutuhkan biaya tidak sedikit.

‎Namun, rasa khawatir itu berangsur reda ketika ia mengetahui bahwa seluruh rangkaian layanan medis mulai dari pemeriksaan, konsultasi dokter spesialis, hingga obat-obatan ditanggung melalui Program JKN sesuai indikasi medis.

‎“Sebagai pekerja, saya benar-benar merasakan perlindungan dari program ini. Iuran dibayarkan bersama oleh perusahaan dan pekerja, sehingga ketika saya harus menjalani pemeriksaan dan pengobatan, saya tidak lagi terbebani oleh biaya yang cukup besar,” tuturnya.

‎Menurutnya, skema gotong royong dalam Program JKN memberikan rasa aman bagi pekerja, terutama ketika menghadapi risiko kesehatan yang tidak terduga.

‎Dalam menjalani pengobatan rutin, Merry juga memanfaatkan layanan digital melalui aplikasi Mobile JKN yang direkomendasikan oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempatnya terdaftar.

‎Melalui aplikasi tersebut, ia dapat memantau status kepesertaan, mengambil antrean secara online, serta memperoleh informasi jadwal pelayanan.

‎“Sejak disarankan oleh petugas di faskes, saya rutin menggunakan Mobile JKN. Aplikasi ini sangat membantu karena saya bisa mengambil antrean dari rumah dan memastikan kepesertaan tetap aktif. Dengan demikian, saat berobat prosesnya menjadi lebih cepat dan tertib,” ungkapnya.

‎Merry menilai alur pelayanan yang dijalaninya telah sesuai prosedur dan tidak menyulitkan. Selama kepesertaan aktif, seluruh layanan kesehatan yang dibutuhkan dapat diakses sesuai ketentuan medis yang berlaku.

‎Hal itu membuatnya dapat lebih fokus pada proses pemulihan tanpa dihantui beban biaya pengobatan.

‎Ia pun mengajak para pekerja di Manokwari dan Papua Barat untuk lebih peduli terhadap status kepesertaan JKN sebagai bentuk perlindungan bagi diri sendiri dan keluarga.

‎“Jangan menunggu sampai sakit menjadi parah. Pastikan kepesertaan tetap aktif, sehingga ketika membutuhkan layanan kesehatan kita sudah terlindungi,” pungkasnya.(JP13).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *