JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 dimaknai sebagai ajakan bagi generasi muda Arfak untuk terus menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta berperan aktif dalam pembangunan daerah di Papua Barat, khususnya Kabupaten Pegunungan Arfak.
Tokoh pemuda Arfak, Hermus Dowansiba, mengatakan tema Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa demi Kedaulatan Negara”, menjadi pengingat penting bagi generasi muda agar terus memperkuat semangat nasionalisme dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.
Menurutnya, semangat kebangkitan nasional harus menjadi motivasi bagi pemuda di 10 distrik dan 166 kampung di Kabupaten Pegunungan Arfak untuk terus berkarya, meningkatkan kapasitas diri, dan mampu bersaing di berbagai bidang.
“Kebangkitan nasional bukan hanya sekadar peringatan sejarah, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui semangat persatuan, gotong royong, dan kepedulian terhadap pembangunan daerah,” ujar Hermus, Rabu (21/5/2026).
Ia menilai generasi muda Arfak memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga budaya lokal sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan di Papua Barat. Karena itu, pemuda diminta terus memanfaatkan peluang pendidikan, teknologi, dan program pembangunan pemerintah untuk mempercepat kemajuan daerah.
Menurut Hermus, pelestarian budaya menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga identitas masyarakat Arfak di tengah perkembangan zaman dan arus digitalisasi. Ia menyebut pemanfaatan platform digital dapat menjadi sarana efektif memperkenalkan budaya empat sub suku Arfak, yakni Hatam, Meyah, Moile, dan Sough kepada masyarakat luas.
“Budaya kita harus tetap dijaga dan diperkenalkan kepada generasi muda. Media digital sekarang bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan bahasa, tarian, dan adat istiadat Arfak kepada dunia luar,” katanya.
Selain itu, ia juga mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya seperti kerajinan noken, ukiran kayu khas Arfak, hingga kuliner tradisional sebagai upaya meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya lokal.
Hermus menambahkan, generasi muda perlu aktif dalam berbagai sanggar seni, komunitas adat, maupun kegiatan sosial sebagai bentuk pelestarian budaya dan penguatan solidaritas antarwarga.
Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya literasi digital di kalangan pemuda untuk menangkal penyebaran hoaks dan menjaga persatuan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
“Dialog antar komunitas, toleransi, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dijaga agar Papua Barat tetap aman, damai, dan harmonis,” ucapnya.
Ia berharap momentum Hari Kebangkitan Nasional tahun ini dapat menjadi titik kebangkitan generasi muda Arfak untuk lebih percaya diri, mandiri, dan mampu menjadi pelopor perubahan demi kemajuan Kabupaten Pegunungan Arfak dan Papua Barat di masa mendatang.(JP13).
