JEJAKPAPUA.COM, MANOKWARI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Barat, Aloysius Paulus Siep, melaksanakan kegiatan Reses III Tahun 2025 di daerah pemilihan (Dapil) Manokwari bersama sejumlah mahasiswa dan pemuda Katolik.
Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Asrama Mahasiswa Katolik Villanova, Keuskupan Manokwari–Sorong, Jalan Gunung Salju, Amban, Manokwari, Jumat (7/11/2025) malam.
Dialog yang digelar dalam suasana penuh keakraban itu dihadiri oleh perwakilan Orang Muda Katolik (OMK), Unit Kegiatan Mahasiswa Katolik (UKM-KMK) Universitas Papua, Asrama Mahasiswa Katolik Villanova, serta Persekutuan Katolik Jayawijaya (PKJ) Manokwari.
Aloysius Paulus Siep menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian dari agenda resmi DPR Papua Barat yang dilaksanakan di setiap masa sidang.
Tujuannya adalah untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan, mendengarkan langsung kebutuhan dan permasalahan masyarakat, serta memperkuat hubungan antara wakil rakyat dan konstituennya.
“Reses bukan hanya sebatas kewajiban formal, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kami anggota DPR untuk kembali ke masyarakat, mendengar aspirasi, dan memastikan setiap suara bisa diperjuangkan di lembaga legislatif,” jelas Aloysius.
Ia menambahkan, menjalin komunikasi dengan kelompok mahasiswa Katolik merupakan bentuk perhatian terhadap generasi muda yang menjadi pilar masa depan pembangunan Papua Barat.
Dalam dialog tersebut para mahasiswa menyampaikan berbagai aspirasi dan harapan, di antaranya dukungan untuk membuka usaha pangkas rambut.
Kemudian, adapun bantuan finansial, moral, dan material dalam setiap kegiatan kepemudaan dan kemahasiswaan.
Salah satu perwakilan pemuda, Labariu menyampaikan mereka bukan hanya membutuhkan finansial.
”Kami bukan hanya membutuhkan finansial. tetapi lebih jauh dari pada itu kehadiran senior dalam memberikan motivasi dan dorongan berupa moral,” katanya.
Ketua OMK Aquinas Amban, Enggelbertus Nuhuyaan, mengatakan bahwa melalui kegiatan reses ini, pihaknya berharap adanya komunikasi langsung antara wakil rakyat dan mahasiswa Katolik agar menjadi jembatan dalam memperjuangkan aspirasi.
“Kami sangat mengharapkan uluran tangan dari senior kami, Bapak Aloysius, sebagai perwakilan rakyat di parlemen,” ujar Enggelbertus.
“Agar setiap kegiatan dan program yang akan kami laksanakan bisa dipermudahkan serta mendapat dukungan yang nyata,” tambahnya.
Enggelbertus juga menegaskan bahwa mahasiswa dan pemuda Katolik adalah agen perubahan yang perlu dibina dan didukung agar mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah dan gereja.
Menanggapi aspirasi tersebut, Aloysius Paulus Siep menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada para mahasiswa Katolik yang tetap menjaga semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.
“Terima kasih untuk setiap masukan dan aspirasi yang disampaikan. Ke depan, kita akan tetap berjalan bersama. Apapun kebutuhan kalian, jangan segan untuk mengabari. Saya akan selalu berusaha mendukung,” kata Aloysius.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya merupakan bagian dari organisasi mahasiswa Katolik di masa lalu, dan pengalaman itu membentuk perjalanan hidup serta kariernya hingga saat ini.
“Saya lahir dan dibentuk dari organisasi kepemudaan Katolik. Saya pernah menjadi Ketua Asrama Mahasiswa Katolik Villanova, Ketua KMK, dan Ketua Lingkungan. Karena itu, komunikasi dan kebersamaan seperti ini harus terus dijaga,” tegasnya.
Aloysius berharap agar para mahasiswa Katolik tetap aktif, menjaga solidaritas, dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengembangkan potensi diri serta memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
”kegiatan reses ini menjadi wadah penting bagi anggota DPR Papua Barat dan mahasiswa Katolik untuk saling berbagi gagasan dan membangun komitmen bersama dalam pengembangan sumber daya manusia muda Katolik di Tanah Papua,” tutupnya.

