JEJAKPAPUA.COM, MANOKWARI – Sikap ksatria Ricardo Salampessy kembali terpancar terang. Dalam perjalanan panjangnya bersama Mutiara Hitam, ia menunjukkan arti sejati dari kata pengabdian.
Meski tidak lagi duduk di kursi pelatih kepala, Ricardo tak benar-benar meninggalkan rumah yang telah membesarkan namanya — Persipura Jayapura.
Sebagai legenda sejati, langkahnya kali ini justru menjadi bukti kedewasaan dan ketulusan hati.
Manajemen klub mempercayakan peran baru kepadanya: membina dan mengembangkan talenta muda Persipura, generasi penerus yang kelak akan melanjutkan kejayaan klub kebanggaan tanah Papua.
Keputusan ini mencerminkan komitmen mendalam Ricardo terhadap masa depan sepak bola Papua.
Ia memahami bahwa kejayaan sejati bukan hanya tentang kemenangan di lapangan, tetapi juga tentang regenerasi — tentang memastikan bendera merah-hitam tetap berkibar di masa depan.Perpisahan dengan jabatan pelatih kepala menjadi titik balik dalam perjalanan kariernya.
Namun, bukan akhir. Justru sebuah awal baru — babak pengabdian yang lebih sunyi, namun penuh makna.
Ricardo menyadari betapa berat beban dan target yang dipikul musim ini: membawa Persipura kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League.
Namun, dengan jiwa besar, ia memilih langkah bijak — menempatkan kepentingan klub di atas kepentingan pribadi.
Dalam sikapnya, tersimpan pesan mendalam: bahwa bagi seorang legenda sejati, masa depan klub selalu lebih penting daripada posisi individu.Ricardo Salampessy telah menorehkan banyak cerita di lapangan.
Kini, ia menulis bab baru — bukan dengan kaki dan peluit, melainkan dengan dedikasi dan cinta, untuk melahirkan bintang-bintang baru yang akan meneruskan sinar Mutiara Hitam.

