Juni 2, 2026
BPK Perwakilan Papua Barat Headline Kabupaten Teluk Wondama Pemerintahan

Pertahankan Opini WTP, Bupati Elysa Auri Sebut Bukti Tata Kelola Keuangan Teluk Wondama Berjalan Baik

JEJAKPAPUA.COM.TELUK WONDAMA – Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama kembali berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

Raihan opini tertinggi dalam pengelolaan keuangan daerah tersebut disambut penuh rasa syukur oleh Bupati Teluk Wondama, Elysa Auri, usai menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari BPK Perwakilan Papua Barat di Manokwari, Selasa (2/6/2026).

Menurut Elysa, opini WTP yang kembali diperoleh menjadi indikator bahwa tata kelola keuangan dan transparansi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Teluk Wondama berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Ia menegaskan, capaian tersebut bukan hanya keberhasilan pemerintah daerah, melainkan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses pembangunan daerah.

“Ini menunjukkan bahwa tata kelola dan transparansi APBD kita berjalan baik. Kami berharap dengan opini WTP ini seluruh perangkat daerah terus bekerja secara optimal agar pelayanan dasar kepada masyarakat semakin meningkat dan pengelolaan APBD dapat memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat Teluk Wondama,” ujar Elysa.

Bupati Elysa menyampaikan apresiasi kepada BPK yang selama proses pemeriksaan telah memberikan arahan, pendampingan, serta berbagai masukan konstruktif kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama.

Menurutnya, rekomendasi yang diberikan BPK menjadi bahan evaluasi penting dalam memperkuat sistem pengelolaan keuangan daerah agar semakin transparan dan akuntabel.

Selain itu, Elysa juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat, DPRK Teluk Wondama, Sekretaris Daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh tim kerja yang telah berkontribusi dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan daerah.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi semua pihak. Karena itu saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah bekerja dengan penuh tanggung jawab sehingga Teluk Wondama kembali memperoleh opini WTP,” katanya.

Meski kembali meraih opini WTP, Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama berkomitmen untuk segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi dan catatan yang diberikan BPK dalam hasil pemeriksaan.

Elysa memastikan seluruh dokumen dan kelengkapan administrasi yang masih diperlukan akan segera dipenuhi sesuai tenggat waktu yang telah ditentukan.

“Kami tidak akan berpuas diri. Semua catatan dan rekomendasi BPK akan segera kami tindak lanjuti agar pengelolaan keuangan daerah ke depan menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Sesuai ketentuan, pemerintah daerah diberikan waktu paling lambat 60 hari setelah LHP diterima untuk menyelesaikan tindak lanjut atas rekomendasi hasil pemeriksaan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Teluk Wondama, Aser Waroi, mengatakan opini WTP yang kembali diraih merupakan buah dari kerja sama dan komitmen seluruh perangkat daerah dalam menjalankan pengelolaan keuangan yang tertib dan sesuai aturan.

Ia berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun mendatang melalui peningkatan kapasitas aparatur serta penguatan sistem pengawasan internal.

“Transparansi sangat penting untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, khususnya di bidang keuangan. Karena itu seluruh aparatur harus memahami dan menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang akuntabel,” kata Aser.

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP harus menjadi motivasi bagi seluruh aparatur untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pengelolaan anggaran yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

Dengan kembali diraihnya opini WTP, Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama diharapkan mampu mempertahankan kepercayaan publik serta terus meningkatkan kualitas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.(JP13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *