JEJAKPAPUA.COM, MANOKWARI – Sebanyak 21 Kader Kampung program TEKAD di Kabupaten Manokwari Mengikuti Pelatihan secara langsung oleh Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal.
Dimana kegiatan ini Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan (Kemendes PDT) bekerja sama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) untuk melaksanakan pelatihan peningkatan kapasitas bagi para fasilitator Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di Kabupaten Manokwari.Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sejak 14 – 16 Oktober 2025 di Hotel Alexander, Manokwari.
Kegiatan ini juga difokuskan untuk memperkuat kemampuan para Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), fasilitator kabupaten dan distrik, serta kader desa dalam mengelola data dan sistem informasi pembangunan kampung.
Koordinator Program TEKAD, Yustinus Meidodga, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program strategis Kementerian Desa yang mendapat dukungan penuh dari IFAD sebagai lembaga pendonor internasional.
“Tujuan pertama kegiatan ini berupa pelatihan atau penguatan kapasitas fasilitator baik itu TPK, fasilitator kabupaten dan distrik, maupun kader desa dari program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu,” ujar Yustinus,
Kamis (16/10/2025).Menurutnya, program Tekad ini difokuskan pada wilayah timur Indonesia, seperti NTT, Maluku, Maluku Utara, dan 6 Provinsi di tanah papua dengan sasaran utama kampung-kampung yang memiliki tingkat kemiskinan ekstrem tinggi.
“Di kabupetan Manokwari Program ini disalurkan ke 22 kampung yang benar-benar menjadi sasaran masyarakat miskin. Karena itu, kegiatan pelatihan ini sangat penting agar fasilitator memahami bagaimana memanajemen data keluarga miskin, kelompok tani, hingga keterlibatan pemerintah daerah,” jelasnya.
Pelatihan yang difasilitasi langsung oleh tim Manajemen Sistem Informasi Kemendes PDTT ini memberikan pemahaman dan keterampilan kepada peserta dalam mengelola data pembangunan kampung secara berjenjang—mulai dari tingkat kampung, distrik, kabupaten, hingga pusat.
“Melalui pelatihan ini, fasilitator diharapkan dapat memberikan data yang akurat dan valid kepada Kementerian Desa. Data inilah yang nantinya menjadi dasar peluncuran program-program transformasi ekonomi, baik dari sisi perencanaan maupun pendanaan,” tambah Yustinus.
Dalam pelatihan tersebut, sebanyak 21 kader kampung di Kabupaten Manokwari ikut ambil bagian. Peserta diharapkan mampu menguasai sistem manajemen informasi serta memahami tugas dan tanggung jawab mereka dalam mendukung percepatan pengentasan kemiskinan di tingkat kampung.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, status kemiskinan di kampung-kampung yang masih berada di bawah garis kemiskinan bisa diangkat. Semua itu dimulai dari data yang baik, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan,” tutup Yustinus.

