Maret 2, 2026
Headline Kabupaten Manokwari Pendidikan Sosial & Budaya

Dua Dosen Universitas Papua Raih Penghargaan di Ajang Internasional ADPI 2025 di Malaysia

JEJAKPAPUA.CON,MANOKWARI – Dua dosen Universitas Papua (UNIPA) berhasil menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional melalui ajang bergengsi Asosiasi Dosen Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (ADPI) yang digelar di Malaysia.

‎Kegiatan internasional tersebut meliputi 2nd International Multidisciplinary Community Service (IMCS), Visiting Lecturer, 5th International Conference on Research and Development (ICORAD), dan 1st ADPI Global Award (AGA) 2025.

‎Acara ini dihadiri oleh para dosen dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri, dengan tujuan memperkuat kolaborasi, meningkatkan profesionalitas dosen, serta memperluas kontribusi nyata dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

‎ADPI: Asosiasi Pemersatu Dosen Pengabdi dari Seluruh Indonesia

‎Asosiasi Dosen Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (ADPI) merupakan organisasi pemersatu bagi para dosen di bidang pengabdian kepada masyarakat dan peningkatan profesionalitas akademik.

‎ADPI memiliki visi menjadi asosiasi terbesar di Asia Tenggara dalam bidang pengabdian kepada masyarakat yang berlandaskan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

‎Hingga kini, keanggotaan ADPI telah mencakup 34 provinsi di Indonesia – dari Aceh hingga Papua – dengan lebih dari 2.000 dosen anggota yang berasal dari ratusan perguruan tinggi negeri dan swasta, baik di Indonesia maupun mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Korea, Jepang, Pakistan, Australia, hingga Mesir.

Dosen UNIPA Tampil di Panggung Internasional

‎Dua dosen UNIPA, yakni Ir. Sutiharni, M.P. dari Fakultas Pertanian dan Prof. Dr. Ir. Andoyo Supriyantono, M.Sc. dari Fakultas Peternakan, menjadi perwakilan Indonesia Timur dalam kegiatan internasional tersebut.

‎Ir. Sutiharni, M.P. tampil aktif dalam berbagai agenda kegiatan, mulai dari distribusi materi pengabdian kepada masyarakat di Sanggar Belajar binaan KBRI Malaysia, pengajaran (visiting lecture) di Universitas Putra Malaysia (UPM), hingga menjadi pemateri dalam seminar internasional ICORAD.

‎Pada kegiatan 2nd International Multidisciplinary Community Service (IMCS), ia membawakan materi berjudul “Refugia: Tanaman Cantik Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Secara Alami”.

‎Pada sesi Visiting Lecture di UPM, ia menyampaikan materi “Pemanfaatan Limbah Biomassa Pertanian”.

‎Dan dalam seminar International ICORAD, ia membawakan makalah ilmiah berjudul “Black Fruit Leaf Pesticide (Haplolobus cf. monticola Husson) as an Environmentally Friendly Innovation for Control of Plant Pest Organisms (OPT) in Agriculture.”

Dosen UNIPA Raih Penghargaan

‎Atas kontribusinya, Ir. Sutiharni, M.P. mendapatkan empat nominasi penghargaan internasional, masing-masing:

‎1. The Most Popular National Session Chair

‎2. The Most Popular National Moderator

‎3. Most Popular Lecturer: Outstanding Educator in Agricultural Innovation and Community Empowerment

‎4. Most Popular Figure: Outstanding Contribution in Sustainable Resource Management and Community

‎Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Andoyo Supriyantono, M.Sc., juga memperoleh nominasi penghargaan internasional dalam kategori:

‎Most Popular Professor: Outstanding Professor in Sustainable Agriculture and Community Empowerment.

‎“Prestasi ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia di Papua memiliki kualitas dan daya saing tinggi di tingkat internasional. Ini juga menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi di Papua mampu berkontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Sutiharni, Selasa (11/11/2025).

‎Besar harapan keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi dosen-dosen lain di Papua untuk terus berinovasi dan berkiprah di tingkat global.

‎”Dengan partisipasi aktif dalam ajang internasional ini, Universitas Papua tidak hanya membawa nama baik lembaga, tetapi juga mengharumkan nama daerah Papua Barat di kancah dunia akademik internasional,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *