Maret 2, 2026
Headline Hukum & Kriminal Kabupaten Manokwari Polda Papua Barat Polresta Manokwari Polri

40 Hari Kepergian Marvel Audrei Besin, Keluarga Korban Tabrak Lari di Manokwari Desak Kepastian Hukum ‎

0-0x0-0-0#

JEJAKPAPUA.COM, MANOKWARI – 40 hari kepergian almarhum Marvel Audrei Besin, korban kasus tabrak lari yang terjadi pada 10 November 2025 lalu, keluarga korban menyuarakan kekecewaan mendalam atas belum adanya kejelasan hukum terhadap pelaku.

‎Orang tua korban, Diana Rumbin, menyampaikan bahwa hingga Senin (22/12/2025), pihak keluarga belum mendapatkan kepastian terkait penanganan kasus yang menewaskan anak mereka tersebut.

‎“Hari ini genap 40 hari kepergian anak kami Marvel. Dari awal kami dijanjikan dalam waktu 24 jam akan ada kejelasan, tapi sampai sekarang sudah 40 hari belum ada titik terang,” ujar Diana dengan nada kecewa.

‎Meski mengaku menghargai kerja keras aparat kepolisian, keluarga menyebut terus menerima janji-janji perkembangan kasus yang tak kunjung terealisasi.

‎“Kami selalu dijanjikan kabar yang membuat kami percaya, tapi kenyataannya tidak ada. Kami sebagai orang tua dan keluarga sangat kecewa,” tegasnya.

‎Diana juga mempertanyakan minimnya informasi dari masyarakat terkait keberadaan maupun identitas pelaku tabrak lari tersebut.

‎“Kenapa tidak ada satu pun orang di Kota Manokwari yang bisa memberikan informasi akurat tentang pelaku? Semua seperti sunyi senyap,” katanya.

‎Keluarga mengaku sempat menerima informasi dari pihak kepolisian bahwa identitas dan lokasi pelaku sudah diketahui hingga 99 persen. Namun, upaya penangkapan disebut selalu gagal.

‎“Kami dikabarkan pelaku sudah diketahui tempat dan identitasnya, tapi dua hari kemudian saat mau ditangkap, pelaku sudah melarikan diri. Kami bingung, ini informasi apa sebenarnya,” ungkap Diana.

‎Lebih jauh, keluarga mengaku tidak pernah diberitahu secara jelas mengenai identitas pelaku, meski aparat menyebut kasus tersebut hampir terungkap.

‎Atas dasar itu, keluarga korban turun ke jalan melakukan aksi dan orasi sebagai bentuk tuntutan keadilan.

‎“Inti kami turun ke jalan adalah meminta keadilan untuk anak kami Marvel. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas,” ujarnya.

‎Keluarga berharap aksi tersebut dapat membuka mata dan telinga masyarakat Manokwari agar berani memberikan informasi serta menjadi saksi terkait keberadaan pelaku.

‎“Kami ingin kerja sama yang baik dari seluruh warga Manokwari. Kalau tahu, tolong berani bersaksi. Jangan sembunyikan pelaku,” tambahnya.

‎Tak hanya itu, keluarga juga mengaku mencurigai adanya pihak yang melindungi pelaku sehingga setiap pergerakan aparat diketahui lebih dulu.

‎“Kami mencurigai pelaku ini memiliki bekingan. Sepertinya masih keluarga atau kenalan aparat, sehingga setiap upaya penangkapan selalu bocor,” kata Diana.

‎Karena itu, keluarga korban secara tegas meminta kejujuran dan jaminan dari aparat kepolisian agar kasus tersebut benar-benar dituntaskan.

‎“Kami hanya butuh keadilan. Kami minta kejujuran dari kepolisian dan jaminan karena katanya sudah 99 persen. Tolong buktikan,” pungkasnya. (JP13).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *