Maret 2, 2026
Headline Kabupaten Manokwari

Bupati Manokwari Hermus Indou Lolos Tahap Akhir Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026

JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat memberikan “kado spesial” Tahun Baru 2026 kepada sepuluh bupati dan wali kota di Indonesia yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam pemajuan kebudayaan daerah, salah satunya Bupati Manokwari, Hermus Indou.

‎Kado tersebut berupa pengumuman kelolosan ke tahap presentasi, yang merupakan babak akhir penilaian Anugerah Kebudayaan (AK) PWI Pusat 2026.

‎Puncak penganugerahan dijadwalkan berlangsung dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten pada 9 Februari mendatang.

‎Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, mengatakan para kepala daerah yang lolos telah melalui proses seleksi ketat oleh Dewan Juri dengan menilai proposal serta dokumen pendukung yang diajukan.

‎“Berkas yang kami nilai sangat lengkap, mulai dari video, dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), peraturan daerah, tautan pemberitaan media, hingga dokumentasi foto kegiatan kebudayaan.

‎Untuk memastikan implementasinya di lapangan, para kepala daerah diundang mempresentasikan langsung di PWI Pusat,” ujar Yusuf, Kamis (1/1/2026).

‎Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat HPN 2026 terdiri dari lima tokoh nasional, yakni Dr. Nungki Kusumastuti, Agus Dermawan T, Sudjiwo Tejo, Akhmad Munir, dan Yusuf Susilo Hartono.

‎Dari sepuluh kepala daerah yang lolos, tiga di antaranya merupakan wali kota, yakni Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wali Kota Samarinda Andi Harun, dan Wali Kota Mataram Mohan Roliskan.

‎Sementara tujuh lainnya adalah bupati, masing-masing Bupati Lampung Utara Harmartoni Ahadis, Bupati Temanggung Agus Setiawan, Bupati Manggarai Heribertus Geradus Laju Nabit, Bupati Blora Arief Rohman, Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita, Bupati Manokwari Hermus Indou, serta Bupati Padang Pariaman John Kenedy.

‎Yusuf menjelaskan, tahapan presentasi akan digelar pada 8–9 Januari 2026 di Jakarta. Hari pertama diisi dengan silaturahmi bersama pengurus PWI Pusat dan tokoh pers nasional, dilanjutkan pengundian nomor urut serta sesi foto resmi.

‎“Pada hari kedua, para bupati dan wali kota akan memaparkan langsung program kebudayaan yang telah dan sedang dijalankan di daerah masing-masing sesuai nomor undian,” jelasnya.

‎Adapun aspek penilaian meliputi penguasaan materi, gaya serta teknik presentasi, hingga pemanfaatan sarana pendukung. Peserta diperbolehkan membawa rombongan, namun tidak diizinkan membantu dalam penyampaian materi.

‎“Tahun ini kami mengusung tema Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan, Berbasis Media dan Pers. Mayoritas peserta mengangkat subtema penguatan keragaman ekspresi budaya dan interaksi budaya yang inklusif, merujuk pada 10 Objek Pemajuan Kebudayaan sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017,” tambah Yusuf.

‎Selain kategori bupati dan wali kota, pada penyelenggaraan ke-10 Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, turut ditambahkan kategori rintisan “Wartawan dan Komunitas”.

‎Kategori tersebut diberikan kepada wartawan yang secara konsisten mengembangkan kegiatan seni dan budaya selama minimal 10 tahun dan memiliki dampak luas bagi masyarakat.

‎Dewan Juri telah menetapkan tiga penerima penghargaan kategori ini, yakni Rahmi Hidayati dari Tangerang Selatan, Seno Joko Suyono dari Jakarta/Bekasi, serta Henri Nurcahyo dari Surabaya, yang dinilai berjasa dalam pelestarian budaya hingga mendapat pengakuan di tingkat internasional, termasuk dari UNESCO.

‎Sebagai informasi, Anugerah Kebudayaan PWI Pusat telah diselenggarakan sejak HPN 2016 di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan telah melahirkan puluhan kepala daerah “alumni” yang dikenal memiliki perhatian besar dan komitmen nyata terhadap pelestarian serta pemajuan kebudayaan daerah.(JP13).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *