JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengajak seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manokwari untuk berbelanja langsung di Pasar Sentral Sanggeng, Manokwari, Jumat (23/1/2026).
Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap mama-mama Papua dan para pedagang lokal yang telah berkomitmen menempati los dan meja jualan di pasar tersebut.
Bupati Hermus menegaskan, kehadiran ASN di Pasar Sanggeng tidak sekadar untuk berbelanja, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab bersama dalam menghidupkan aktivitas ekonomi pasar serta memastikan operasional pasar berjalan secara optimal.
“Kalau pasar ini ingin hidup, maka harus ada pergerakan orang dan perputaran uang. ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat,” tegas Hermus.
Menurut Hermus, ASN sebagai bagian dari pemerintah daerah harus berperan aktif mendorong perputaran ekonomi lokal.
Salah satunya dengan meluangkan waktu berbelanja langsung kepada mama-mama Papua yang setiap hari menggantungkan hidupnya dari aktivitas jual beli di Pasar Sanggeng.
Ia pun mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkab Manokwari untuk secara konsisten berbelanja di pasar tersebut sebagai bentuk penghargaan dan dukungan kepada para pedagang yang telah menaati kebijakan pemerintah dengan berjualan di lokasi yang telah disiapkan.
Bupati Hermus juga mengimbau seluruh masyarakat Manokwari untuk singgah dan berbelanja di Pasar Sanggeng.
Menurutnya, pasar tersebut merupakan hasil perjuangan bersama pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan fasilitas perdagangan yang layak, aman, dan representatif.
“Pasar Sanggeng sudah dibangun dengan baik dan mama-mama sudah berjualan di dalam. Mari kita datang dan berbelanja di pasar ini. Tidak perlu belanja banyak, yang penting ada pergerakan ekonomi,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Manokwari berkomitmen meningkatkan aktivitas Pasar Sanggeng melalui berbagai langkah strategis, salah satunya dengan merencanakan kegiatan belanja bersama yang melibatkan ASN dan masyarakat secara rutin, misalnya satu kali dalam sebulan.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan Pasar Sanggeng sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan para pedagang lokal, khususnya mama-mama Papua. (JP13).

