Maret 2, 2026
Headline Kabupaten Manokwari Pemerintahan

Wabup Mugiyono: Gerakan Asri di Manokwari Tindak Lanjut Instruksi Presiden, Digelar Rutin Setiap Jumat

0-0x0-0-0#

JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – ‎Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, menegaskan Pemerintah Kabupaten Manokwari saat ini tengah menjalankan instruksi langsung dari Presiden RI untuk melakukan gerakan pembersihan kota secara berkelanjutan.

‎Hal itu disampaikan Mugiyono saat kegiatan kerja bakti bersama TNI-Polri, ASN dan masyarakat di Manokwari, Jumat (20/2/2026).

‎“Saat ini kita menjalankan perintah dari yang melantik kita. Kita diberi instruksi untuk melakukan pembersihan dan menjaga kota menjadi kota yang asri, aman, sehat, rapi, dan indah,” ujar Mugiyono.

‎Menurutnya, gerakan bersih kota tersebut merupakan bagian dari instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto, kepada seluruh kepala daerah agar lebih serius menangani persoalan kebersihan lingkungan.

‎Ia menyebut, Bupati Manokwari juga telah mengeluarkan instruksi pada 20 Januari lalu untuk segera melaksanakan gerakan kebersihan yang kini dinamakan Gerakan Asri.

‎“Pak Bupati sudah buat instruksi sejak 20 Januari dan kita langsung bergerak melakukan pembersihan. Setiap Jumat nanti kita akan ada kegiatan serupa dan lokasinya bisa berpindah-pindah di Kota Manokwari,” jelasnya.

‎Mugiyono mengatakan, kegiatan Jumat Bersih ini melibatkan unsur TNI dan pegawai pemerintah daerah, hingga masyarakat umum.

‎“Intinya kita ingin melakukan pembersihan bersama TNI-Polri, pegawai dan masyarakat untuk terlibat aktif membuat kota kita menjadi asri,” katanya.

‎Ia mengakui, dalam pelaksanaan perdana, partisipasi masih didominasi oleh personel TNI dan ASN. Namun ke depan, ia optimistis keterlibatan masyarakat akan semakin meningkat apabila kegiatan tersebut rutin dilaksanakan.

‎“Mungkin karena bulan puasa tidak semua bisa terlibat. Tapi tadi saya lihat sudah ada masyarakat umum yang ikut. Kalau kita rutinkan, mereka akan tahu ini kegiatan rutin yang memang merupakan perintah Presiden untuk kita semua,” ujarnya.

‎Lebih lanjut, Mugiyono menyoroti persoalan sampah yang kerap mencemari sungai dan laut. Berdasarkan hasil survei pemerintah pusat, sampah yang menumpuk di perairan bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan akibat kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan.

‎“Kalau ada sampah di sungai dan laut itu bukan karena tiba-tiba, tetapi karena masyarakat belum sadar membuang sampah pada tempatnya. Dibuat instan, cepat dibuang di pinggir sungai, kena hujan, ikut arus, akhirnya sampai ke laut,” tegasnya.

‎Ia bahkan menyinggung kondisi akhir tahun 2025 lalu, di mana terjadi penumpukan sampah yang cukup memprihatinkan di sejumlah titik di Manokwari.

‎“Itu sangat menyedihkan. Kalau bisa dipotret mungkin tidak enak dipandang. Karena itu kita harus mulai dari sekarang,” katanya.

‎Dalam gerakan tersebut, sampah yang tidak dapat terurai akan dikumpulkan dan dikelola secara terpusat. Pemerintah daerah juga ingin mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih sadar pentingnya hidup bersih.

‎“Kita ingin masyarakat sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan. Kota ini milik kita bersama, jadi harus kita jaga bersama,” tandas Mugiyono.

‎Melalui Gerakan Asri yang digelar rutin setiap Jumat, Pemerintah Kabupaten Manokwari berharap tercipta lingkungan yang bersih dan sehat, serta menjadikan Manokwari sebagai kota yang nyaman dan membanggakan bagi seluruh warganya.(JP13).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *