JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Persipegaf memastikan diri keluar sebagai juara Liga 4 Papua Barat setelah melalui perjalanan panjang hingga partai final yang berlangsung di Stadion Sanggeng, Senin (20/4/2026).
Keberhasilan tersebut disambut penuh syukur oleh Manajer Persipegaf, Jarinus Mandacan, yang menilai capaian ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim.
“Terima kasih untuk kerja keras semua pihak. Dari babak penyisihan sampai final, ini tidak lepas dari kerja sama tim, pemerintah daerah, manajemen, pelatih, dan anak-anak pemain. Mereka bermain dengan enjoy dari awal sampai hari ini,” ujarnya.
Ia menyebut, gelar juara ini menjadi catatan sejarah bagi Persipegaf setelah melalui proses panjang selama dua tahun terakhir.
“Puji Tuhan, ini berkat yang luar biasa. Dua tahun kita berproses dan hari ini bisa mencatat sejarah sebagai juara,” tambahnya.
Sementara itu, Pelatih Persipegaf, Victor Auri, mengatakan keberhasilan timnya tidak lepas dari disiplin latihan dan kemampuan pemain dalam menerapkan strategi di lapangan.
“Dari latihan sampai pertandingan, anak-anak bisa mengaplikasikan apa yang kita rancang. Hasilnya memuaskan dan sejak awal saya sudah yakin kita bisa juara,” katanya.
Victor juga menilai pendekatan permainan modern yang diterapkan timnya menjadi salah satu kunci keberhasilan menghadapi lawan-lawan di kompetisi tersebut.
“Beberapa tim datang dengan sepak bola alami, sementara kami mencoba dengan pendekatan modern. Ini jadi pembelajaran juga bagi pelatih lain agar mempersiapkan tim lebih matang dari awal,” jelasnya.
Ia berharap ke depan kompetisi Liga 4 di Papua Barat semakin kompetitif dengan persiapan tim yang lebih baik dari seluruh peserta.
“Persiapan harus dilakukan jauh hari supaya tensi kompetisi lebih tinggi dan kualitas permainan meningkat,” ujarnya.
Victor turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya masyarakat Arfak, atas dukungan yang diberikan sepanjang kompetisi.
“Ini semua karena Tuhan, kerja keras pemain, dan dukungan masyarakat. Terima kasih untuk pemerintah daerah dan masyarakat Arfak,” ucapnya.
Ia juga menegaskan dominasi Persipegaf di Papua Barat dengan menyebut timnya masih menjadi yang terbaik.
“Kami masih raja di Papua Barat,” pungkasnya.
Kemenangan ini sekaligus menjadi bukti konsistensi Persipegaf dalam membangun tim yang solid, serta membuka peluang untuk tampil di level kompetisi yang lebih tinggi.(JP13).
