JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Kapolda Papua Barat, Alfred Papare, mengajak masyarakat Fanindi Pantai untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dalam kegiatan tatap muka bersama tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman GKI Nazaret Fanindi Pantai tersebut menjadi wadah dialog langsung antara kepolisian dan warga setempat.
Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan pentingnya dukungan masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Ia menyebut warga yang telah lama menetap di Manokwari sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.
“Saya mohon Bapak Mama semua membantu saya, terutama dalam bidang kamtibmas. Kalau Bapak Mama anggap saya sebagai anak, silakan datang dan sampaikan langsung apa yang menjadi kebutuhan atau persoalan,” ujarnya.
Kapolda juga menyampaikan komitmennya untuk terbuka terhadap aspirasi masyarakat, termasuk berbagai usulan yang sebelumnya telah disampaikan oleh para kepala suku.
Selain dialog, kegiatan tersebut turut diisi dengan pelayanan sosial berupa pengobatan gratis hasil kerja sama Polda Papua Barat dengan Yayasan Rumah Ipoteka. Warga yang mengalami keluhan kesehatan diberikan kesempatan untuk memeriksakan diri selama kegiatan berlangsung.
Lebih lanjut, Kapolda menyoroti pentingnya pemberdayaan generasi muda di wilayah tersebut. Ia mengungkapkan rencana pelatihan keterampilan bagi pemuda, khususnya bagi mereka yang putus sekolah, agar memiliki kemampuan untuk mandiri.
Program tersebut, lanjutnya, telah dikoordinasikan dengan instansi terkait seperti DP3AKB serta pihak swasta, termasuk Genting Oil, guna membuka peluang kerja bagi pemuda lokal.
“Kita ingin menjaring anak-anak muda di sini untuk kita latih, supaya ke depan mereka bisa bekerja dan mandiri,” kata Kapolda.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatannya hadir dalam kegiatan tersebut karena sebelumnya mengikuti rapat kerja pemerintah daerah bersama Gubernur Papua Barat.
Di akhir kegiatan, Kapolda membuka sesi dialog interaktif agar masyarakat dapat menyampaikan secara langsung berbagai aspirasi dan permasalahan yang dihadapi.
Pertemuan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang aman serta peningkatan kesejahteraan warga melalui program pemberdayaan. (JP13).
