JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Suasana penuh syukur dan nuansa adat mewarnai kegiatan workshop dan ibadah syukur pembukaan sasi laut tahun 2026 yang digelar Jemaat Koreri Isenebuai Klasis Rumberpon di kawasan Teluk Wondama, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat adat dalam menjaga tradisi leluhur sekaligus memperkuat pengelolaan sumber daya laut berbasis kearifan lokal di Papua Barat.
Pembukaan sasi laut dilakukan secara adat dan rohani sebagai simbol dibukanya kembali kawasan laut yang selama tiga tahun ditutup demi menjaga ekosistem dan memberi kesempatan biota laut berkembang secara alami.
Kegiatan itu dihadiri Bupati Manokwari Selatan Bernard Mandacan, Kepala Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih Atanius Guntara Martana, Ketua Dewan Adat Doberai Markus Waran, Wakil Ketua I DPR Papua Barat Petrus Makbon, serta masyarakat adat dan jemaat setempat.
Ketua Dewan Adat Doberai, Markus Waran mengatakan pembukaan sasi dilakukan secara bersama-sama antara masyarakat adat, jemaat, pemerintah dan instansi terkait sebagai bentuk kolaborasi menjaga kekayaan alam Papua.
Menurutnya, pengelolaan kawasan adat yang dilakukan secara baik dan teratur akan memberi manfaat besar bagi keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir.
“Kegiatan ini dilakukan bersama pihak pemilik hak wilayah dan instansi terkait. Ke depan akan terus dikelola dengan baik supaya bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, tradisi sasi bukan sekadar budaya turun-temurun, tetapi juga bentuk nyata masyarakat adat dalam menjaga keseimbangan alam dan melindungi sumber daya laut untuk generasi mendatang.
Sementara itu, Bupati Manokwari Selatan Bernard Mandacan memberikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap mempertahankan tradisi sasi laut sebagai bagian dari identitas budaya Orang Asli Papua.
Menurutnya, tradisi tersebut menjadi contoh pengelolaan alam berbasis kearifan lokal yang perlu dijaga dan dikembangkan di seluruh wilayah Tanah Papua.
“Ini kearifan lokal yang dimiliki masyarakat. Sebagai pemerintah saya sangat mendukung karena ini menjadi langkah awal yang baik dan harus menjadi model bagi kabupaten lain di Tanah Papua untuk menjaga alam, baik laut maupun darat,” katanya.
Bernard mengatakan, kekayaan alam yang diwariskan leluhur harus terus dijaga oleh generasi saat ini agar tetap lestari dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat adat.
Selain menjaga keberlanjutan sumber daya alam, ia menilai kawasan sasi laut di Rumberpon juga memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam yang mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
“Kita dukung masyarakat adat untuk mengelola alam ini sehingga bernilai bagi masa depan dan menjadi daya tarik wisata karena alam Papua sangat unik dan indah, khususnya di Teluk Wondama,” ucapnya.
Di sisi lain, Kepala Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Atanius Guntara Martana menjelaskan pembukaan sasi dilakukan setelah kawasan tersebut ditutup selama tiga tahun sebagai bagian dari sistem perlindungan dan pengembangbiakan ikan.
Menurutnya, kawasan sasi berfungsi sebagai “bank ikan” yang memberi kesempatan bagi biota laut berkembang sebelum dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.
“Hari ini kita memanen hasil sasi yang sudah dijaga selama tiga tahun. Ini bentuk pengelolaan masyarakat yang dipadukan dengan pendekatan teknis kelautan dalam ruang proteksi,” jelasnya.
Ia mengatakan pola pengelolaan berbasis adat seperti ini menjadi contoh harmonisasi antara konservasi alam dan kesejahteraan masyarakat.
Atanius juga menyebut kawasan Pulau Panjang memiliki panorama alam yang indah dan berpotensi besar menjadi kawasan wisata unggulan di Papua Barat.
“Pulau Panjang sangat indah dan mudah-mudahan ke depan bisa menjadi kawasan wisata andalan. Daerah sasi ini juga menjadi bagian dari zona pengembangan,” tandasnya.
Tradisi sasi laut yang terus dijaga masyarakat adat di Rumberpon kini tidak hanya menjadi simbol pelestarian budaya, tetapi juga harapan baru bagi pengembangan ekonomi, perikanan, dan wisata berbasis konservasi di Papua Barat.(JP13)
