Juni 2, 2026
Ekonomi & Bisnis Headline Kabupaten Manokwari Selatan Kabupaten Teluk Wondama Masyarakat Adat Papua Barat Pariwisata

Pesona Pantai Pasir Panjang Rumberpon Memikat, Masyarakat Adat Bangkitkan Wisata Berbasis Konservasi

JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama dan Kabupaten Manokwari Selatan bersama masyarakat adat di Distrik Rumberpon mencanangkan Kampung Isenebuai sebagai kampung wisata berbasis budaya dan konservasi alam.

Pencanangan tersebut dilakukan dalam rangkaian kegiatan pembukaan sasi laut dan workshop pelestarian kawasan adat yang berlangsung di Kampung Isenebuai, Sabtu (16/5/2026).

Ketua Dewan Adat Doberai Markus Waran mengatakan Kampung Isenebuai memiliki potensi wisata alam yang sangat besar dan layak dikembangkan menjadi destinasi unggulan di Papua Barat.

Salah satu potensi utama yang dimiliki kawasan tersebut adalah Pantai Pasir Panjang dengan hamparan pasir putih sepanjang kurang lebih tujuh kilometer yang masih alami dan terjaga keasriannya.

Selain panorama pantai yang indah, kawasan itu juga dikenal memiliki kekayaan laut dan hutan yang masih dipertahankan masyarakat adat secara turun-temurun.

Menurut Markus, Pantai Pasir Panjang sebelumnya pernah menjadi salah satu lokasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan mancanegara.

Ia mengungkapkan, pada masa lalu kawasan tersebut sempat dikembangkan investor asal Perancis sebagai destinasi wisata alam.

“Dulu pernah ada investor dari Perancis membangun wisata di sini dan banyak turis datang. Sekarang masyarakat ingin memulai lagi secara swadaya agar pemerintah melihat keseriusan masyarakat untuk mengembangkan wisata di Rumberpon,” ujarnya.

Markus menjelaskan, masyarakat adat kini mulai kembali membangun sektor wisata secara mandiri dengan tetap mengedepankan konsep wisata berbasis budaya dan konservasi alam.

Menurutnya, pengembangan wisata di Kampung Isenebuai bukan hanya bertujuan meningkatkan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjaga warisan budaya dan kelestarian lingkungan di wilayah pesisir.

Ia berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi dapat memberikan perhatian serius melalui pembangunan infrastruktur penunjang wisata, terutama akses transportasi menuju kawasan Rumberpon.

“Kami berharap ada perhatian pemerintah supaya akses menuju kawasan wisata ini bisa lebih baik dan pengembangan wisata dapat berjalan maksimal,” katanya.

Selain itu, Markus menilai pengembangan wisata berbasis adat dapat membuka peluang kerja baru bagi masyarakat setempat, khususnya generasi muda di wilayah pesisir.

Menurutnya, keterlibatan anak muda dalam sektor wisata akan memberi dampak positif terhadap kehidupan sosial masyarakat.

“Kalau wisata berkembang, anak-anak muda bisa punya pekerjaan dan kegiatan positif sehingga tidak terlibat dalam tindakan yang bertentangan dengan hukum,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu pemilik hak ulayat Pantai Pasir Panjang, Orgenes Rumbiak menyatakan dukungan penuh masyarakat adat terhadap rencana pengembangan wisata di Kampung Isenebuai.

Ia menegaskan masyarakat adat selama ini menjaga hasil laut dan hutan secara turun-temurun demi keberlangsungan hidup anak cucu mereka di masa mendatang.

“Kami sangat setuju pantai ini dikembangkan menjadi tempat wisata. Semua hasil laut dan hasil hutan yang ada di sini kami pelihara untuk anak cucu kami supaya mereka tetap hidup sejahtera,” katanya.

Menurut Orgenes, masyarakat adat juga terus menjaga keseimbangan alam dengan membatasi aktivitas penangkapan ikan dan menjaga kawasan hutan agar tidak dieksploitasi secara berlebihan oleh pihak luar.

“Kami berharap tidak ada lagi orang luar datang merusak hasil kami. Kami ingin menjaga dan menikmati kekayaan alam ini untuk keturunan kami,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten dapat memberikan dukungan nyata terhadap pengembangan kawasan wisata berbasis adat di Kampung Isenebuai agar mampu berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang dikenal luas di Papua Barat.

Dengan potensi alam yang masih alami, budaya adat yang kuat, serta dukungan masyarakat lokal, kawasan Pantai Pasir Panjang dinilai memiliki peluang besar menjadi ikon wisata baru di wilayah pesisir Papua Barat. (JP13).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *