JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (Pengprov PASI) Papua Barat tetap mengirim atlet mengikuti Kejuaraan Atletik Jateng Open 2026 meski kondisi kelembagaan olahraga di Papua Barat masih belum terbentuk secara definitif.
Sekretaris Pengprov PASI Papua Barat, Septer Dimara, mengatakan kondisi tersebut tidak menjadi penghalang bagi pihaknya untuk terus melakukan pembinaan atlet sebagai persiapan menghadapi Babak Kualifikasi PON 2027 hingga PON XXII tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menurutnya, hingga saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh Pengkab PASI di kabupaten untuk menjaga semangat atlet dan pelatih agar tetap menjalankan program latihan secara rutin.
“Walaupun kelembagaan olahraga di Papua Barat belum terbentuk secara definitif, kami tetap memberikan motivasi kepada atlet dan pelatih agar terus berlatih sesuai program. Kejuaraan seperti ini menjadi sarana mengukur kemampuan atlet sekaligus bahan evaluasi menuju event nasional berikutnya,” kata Septer Dimara.
Ia menjelaskan, dengan dukungan terbatas dari Pemerintah Provinsi Papua Barat, PASI tetap memberangkatkan kontingen menggunakan transportasi laut menuju Semarang.
Sebanyak 14 atlet yang terdiri dari tiga atlet putri dan 11 atlet putra diberangkatkan bersama dua pelatih serta satu tenaga kesehatan untuk mengikuti Kejuaraan Atletik Jateng Open 2026 yang berlangsung di Stadion Atletik Jatidiri Semarang pada 23–26 Juli 2026.
Kontingen Papua Barat mengikuti 26 nomor pertandingan perorangan serta dua nomor estafet 4×100 meter kategori junior dan senior.
Nomor yang diikuti antara lain 60 meter, 80 meter, 100 meter, 200 meter, 400 meter, 800 meter, 110 meter gawang, 400 meter gawang, lempar cakram, lempar lembing hingga estafet 4×100 meter.
Pada hari pertama pertandingan, Papua Barat langsung mencatatkan hasil membanggakan.
Agustina Barry berhasil mempersembahkan medali emas pada nomor lempar cakram putri. Sementara Andi Afdal Resha meraih medali perunggu pada nomor lempar cakram putra.
Septer mengatakan, peluang meraih tambahan medali masih terbuka karena sejumlah atlet Papua Barat masih akan tampil pada nomor pertandingan lainnya.
“Kami optimistis atlet-atlet Papua Barat dapat meraih hasil terbaik dan sebanyak mungkin lolos untuk memperkuat Kontingen Papua Barat pada PON XXII tahun 2028,” ujarnya.
Ia berharap langkah yang dilakukan PASI Papua Barat dapat menjadi contoh bagi cabang olahraga lainnya agar tetap aktif mengikuti berbagai kejuaraan sebagai bagian dari pembinaan prestasi, sebagaimana yang telah dilakukan cabang olahraga dayung dan ju-jitsu.
“Kami berharap cabang olahraga lain juga terus bergerak mengikuti berbagai kejuaraan sehingga pembinaan atlet tetap berjalan meskipun kondisi kelembagaan olahraga di Papua Barat masih dalam proses,” tutupnya.(JP13).
