Headline Hukum & Kriminal Polda Papua Barat Polres Kabupaten Pegunungan Arfak
Beranda » Berita » Ada Dugaan Kematian Tak Wajar, Keluarga Yanto Idorway Desak Polisi Lakukan Rekonstruksi

Ada Dugaan Kematian Tak Wajar, Keluarga Yanto Idorway Desak Polisi Lakukan Rekonstruksi

JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Kuasa hukum keluarga almarhum Yanto Idorway, Yohanes Akwan, mendesak Polda Papua Barat mengusut secara tuntas dugaan kematian tidak wajar yang menimpa keluarganya.

Yohanes mengatakan pihak keluarga telah mengumpulkan sejumlah bukti, dokumen, serta keterangan saksi yang dinilai dapat membantu penyidik mengungkap rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

Menurutnya, seluruh bukti dan keterangan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan bagi penyidik untuk mendalami kasus secara menyeluruh.

“Kami sudah mengumpulkan sejumlah bukti, dokumen dan keterangan saksi yang menurut kami penting untuk membantu mengungkap rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal,” ujar Yohanes.

Ia meminta penyidik Polda Papua Barat tidak hanya berfokus pada kondisi saat korban ditemukan, tetapi juga menelusuri perjalanan korban sejak awal hingga tiba di lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

Yosias Saroy Resmi Daftar Calon Ketua KONI Papua Barat, Bawa Dukungan 24 Cabor dan 2 KONI Kabupaten

Termasuk, kata Yohanes, memeriksa orang-orang yang sempat ditemui korban sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

“Kami meminta agar perjalanan korban sejak awal sampai ke TKP ditelusuri secara menyeluruh. Orang-orang yang sempat ditemui korban juga perlu diperiksa dan keterangannya dicocokkan dengan bukti maupun keterangan saksi lainnya,” katanya.

Yohanes menilai pencocokan antara keterangan para saksi dengan bukti yang telah dikumpulkan penting untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Selain itu, pihak keluarga melalui kuasa hukumnya juga mendesak dilakukan rekonstruksi secara menyeluruh terhadap rangkaian kejadian.

Bahkan, mereka meminta agar rekonstruksi dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan tiga dimensi (3D) apabila diperlukan, sehingga posisi korban, lokasi, serta rangkaian peristiwa dapat tergambar secara lebih jelas.

Musprov KONI Papua Barat Dijadwalkan 17 September, Hak Suara Cabor dan KONI Kabupaten Masih Diverifikasi

Menurut Yohanes, rekonstruksi tersebut penting untuk menguji kesesuaian antara keterangan saksi, bukti yang ditemukan dan kondisi di lapangan.

“Kami mendorong agar dilakukan rekonstruksi secara menyeluruh, termasuk jika memungkinkan menggunakan rekonstruksi tiga dimensi, sehingga kronologi kejadian dapat tergambar secara jelas,” tegasnya.

Pihak keluarga berharap penyelidikan dilakukan secara profesional, transparan dan berdasarkan seluruh fakta serta bukti yang ditemukan.

Mereka juga meminta agar setiap informasi yang berkaitan dengan kematian Yanto Idorway dapat ditelusuri secara objektif sehingga penyebab dan rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban meninggal dapat diketahui secara terang.(JP13).

Pertamina Perketat Pengawasan BBM Subsidi, 19 SPBU di Papua-Maluku Diberi Sanksi