Headline Kabupaten Manokwari Masyarakat Adat Papua Barat Pemuda Arfak
Beranda » Berita » Modernisasi Ancam Pergeseran Budaya, Pemuda Adat Dorong Museum Suku Arfak Dibangun

Modernisasi Ancam Pergeseran Budaya, Pemuda Adat Dorong Museum Suku Arfak Dibangun

JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Perkembangan modernisasi dinilai mulai memengaruhi pola hidup masyarakat Papua, termasuk dalam menjaga adat istiadat dan budaya yang diwariskan para leluhur.

Kondisi tersebut mendorong Pemuda Adat Papua Wilayah III Domberai meminta pemerintah daerah mengambil langkah konkret untuk menjaga keberlangsungan budaya Papua.

Salah satu langkah yang didorong yakni pembangunan museum di setiap kabupaten dan kota di Papua Barat.

Ketua Pemuda Adat Papua Wilayah III Domberai, Septi Maidodga, mengatakan museum dapat menjadi tempat untuk menyimpan, merawat sekaligus memperkenalkan berbagai benda dan peninggalan adat kepada generasi muda.

“Sebagai anak-anak Papua, kita berharap pemerintah Provinsi Papua Barat dan bupati di kabupaten dan kota berinisiatif membangun satu museum di setiap kabupaten dan kota,” ujar Septi, Jumat (18/9/2026).

BPJS Kesehatan Ubah Strategi Tangani Penyakit Jantung, Biaya JKN Tembus Rp17,35 Triliun

Menurut Septi, museum tidak hanya sebatas tempat penyimpanan benda-benda bersejarah.

Keberadaan museum juga dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat adat istiadat, budaya serta sejarah masyarakat Papua.

Ia menilai, penyimpanan benda-benda adat secara baik dan terorganisir penting dilakukan agar peninggalan leluhur tidak hilang maupun terlupakan akibat perkembangan zaman.

Septi secara khusus mendorong Gubernur Papua Barat, yang disebutnya sebagai Kepala Suku Besar Arfak, untuk membangun museum khusus Suku Besar Arfak.

Museum tersebut diharapkan dapat menampung berbagai benda, peralatan dan peninggalan adat masyarakat Arfak dari Manokwari, Pegunungan Arfak dan Manokwari Selatan.

Kekuatan Penuh Jelang Musprov, Yosias Saroy: Saya Optimis Satu Putaran

Menurutnya, museum khusus Suku Besar Arfak akan menjadi tempat untuk mengenang peninggalan para leluhur dan tua-tua adat sekaligus memperkenalkannya kepada generasi berikutnya.

“Benda-benda atau alat-alat adat istiadat yang menjadi peninggalan para leluhur dan tua-tua adat harus dikenang dari generasi ke generasi, sehingga adat istiadat kita tidak tergeser oleh perkembangan zaman atau modernisasi,” katanya.

Septi berharap gagasan pembangunan museum tersebut dapat didorong bersama kepada pemerintah daerah.

Ia ingin pembangunan museum tidak hanya menjadi proyek pembangunan fisik, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya masyarakat Papua.

Khusus museum Suku Besar Arfak, Septi berharap keberadaannya kelak dapat menjadi monumen budaya yang menyimpan sejarah dan peninggalan leluhur.

Tokoh Pemuda Pegaf Minta Pemilihan Ketua KONI Papua Barat Bebas Intervensi

Dengan demikian, generasi mendatang tetap memiliki ruang untuk mengenal, mempelajari dan menghargai warisan adat serta budaya yang ditinggalkan para pendahulu.(JP13).