Juli 30, 2026
Headline Hukum & Kriminal Kabupaten Pegunungan Arfak Polda Papua Barat Polres Kabupaten Pegunungan Arfak

Polres Pegunungan Arfak Pastikan Korban Hanyut di Air Terjun Memti, Bukan di Lokasi Lain

JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Polres Pegunungan Arfak memastikan dugaan bahwa lokasi kejadian (TKP) wisatawan yang hanyut berada di tempat lain tidak terbukti. Hasil penyelidikan sementara menunjukkan peristiwa tersebut memang terjadi di kawasan wisata Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Distrik Anggi Gida, Kabupaten Pegunungan Arfak.

Kapolres Pegunungan Arfak AKBP Dr. Bernadus Okoka mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti berbagai informasi yang berkembang di masyarakat, termasuk dugaan korban mengalami musibah di lokasi lain sebelum berada di Air Terjun Memti.

“Kami melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan berbagai keterangan saksi. Memang sempat muncul dugaan bahwa TKP berada di tempat lain, tetapi hasil penyelidikan sementara mengarah bahwa kejadian itu memang terjadi di kawasan Air Terjun Memti,” ujar Bernadus, Kamis (23/7/2026).

Ia menjelaskan, salah satu keterangan penting berasal dari seorang perwira Polres Pegunungan Arfak yang saat itu sedang berwisata bersama keluarganya. Perwira tersebut mengaku berpapasan dengan korban bersama dua rekannya di simpang menuju Air Terjun Memti.

Menurut Kapolres, saksi mengenali korban karena merupakan presenter TVRI Papua Barat. Ketiga korban diketahui mengendarai dua sepeda motor saat menuju lokasi wisata.

Keterangan tersebut diperkuat oleh dua saksi lainnya yang menyampaikan bahwa sebelum ke Air Terjun Memti mereka hanya sempat mengunjungi Bukit Kobrey untuk mengambil dokumentasi, kemudian diajak korban menuju air terjun. Kedua saksi juga mengaku belum pernah mengunjungi Air Terjun Memti sebelumnya.

“Dengan keterangan anggota kami yang melihat mereka di pertigaan menuju Air Terjun Memti serta keterangan dua saksi lainnya, dugaan bahwa TKP berada di lokasi lain semakin kecil,” katanya.

Kapolres menjelaskan, dari simpang menuju Air Terjun Memti berjarak sekitar lima kilometer, dengan akses sekitar tiga kilometer menggunakan kendaraan, kemudian dilanjutkan berjalan kaki sejauh satu hingga dua kilometer melalui jalur menurun menuju lokasi air terjun.

Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk melengkapi rangkaian fakta dalam peristiwa hanyutnya Suriyanto Tuwing Idorway (32), warga Kabupaten Kaimana, yang hingga hari keempat pencarian masih belum ditemukan oleh tim SAR gabungan.(JP13).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *