Maret 2, 2026
Headline

MRP Papua Barat Gelar Ibadah Syukuran Lepas Sambut Tahun 2025–2026, Teguhkan Pesan Natal dan Pelayanan bagi Orang Asli Papua

JEJAKPAPUA.COM MANOKWARI – Majelis Rakyat Papua Barat (MRP PB) menggelar ibadah syukuran lepas sambut Tahun Baru 2025–2026 yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita di Aula MRP Papua Barat, Senin (26/1/2026).

‎Ibadah syukuran tersebut mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, yang diambil dari Injil Matius 1:21–24.

‎Tema ini sekaligus meneguhkan makna Natal tentang kehadiran Yesus Kristus sebagai Juru Selamat yang membawa harapan, pemulihan, dan keselamatan bagi keluarga serta umat manusia.

‎Kegiatan ini menjadi momentum refleksi iman dan ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun 2025, sekaligus doa dan pengharapan dalam menyongsong tahun pelayanan 2026.

‎Ibadah berlangsung dengan penuh hikmat dan nuansa kekeluargaan, dipimpin oleh Pendeta Saroy, serta diikuti oleh pimpinan dan anggota MRP Papua Barat bersama para undangan.

‎Dalam khotbahnya, Pendeta Saroy menekankan pentingnya mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup dan berkenan kepada Allah.

‎Ia menegaskan bahwa kehadiran Allah dalam peristiwa Natal tidak hanya menjadi peristiwa iman, tetapi nyata dalam kehidupan sehari-hari, khususnya untuk menyelamatkan dan memulihkan keluarga.

‎“Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga. Karena itu, kita dipanggil untuk hidup benar, setia, dan mempersembahkan diri sepenuhnya sebagai bentuk ibadah yang sejati kepada Tuhan,” pesannya.

‎Sementara itu, Ketua MRP Papua Barat, Judson F. Waprak, dalam pesan Natal dan refleksi lepas sambut tahun, menyampaikan rasa syukur atas pertolongan dan kasih Tuhan sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung dengan baik dan penuh makna.

‎Judson menegaskan bahwa MRP Papua Barat bukan sekadar lembaga representasi kultural, melainkan juga keluarga rohani yang dipersatukan oleh panggilan Tuhan, oleh darah dan tanah Papua, serta oleh tanggung jawab moral dan spiritual untuk menjaga harkat dan martabat Orang Asli Papua.

‎“MRP Papua Barat adalah keluarga besar yang dipersatukan dalam tanggung jawab suci untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan, budaya, dan martabat Orang Asli Papua. Pesan Natal mengingatkan kita bahwa kasih, pengorbanan, dan keadilan harus menjadi dasar setiap pelayanan,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, tema ibadah tersebut mengingatkan seluruh unsur MRP bahwa Allah senantiasa hadir dan bekerja dalam setiap dinamika kehidupan, serta menuntun setiap proses pelayanan agar tetap berjalan dalam kasih, kebenaran, dan kerendahan hati.

‎Memasuki tahun 2026, Judson mengajak seluruh keluarga besar MRP Papua Barat untuk memperbaharui komitmen pelayanan, menanggalkan ego, memulihkan relasi, serta menjadikan kasih sebagai dasar setiap langkah dalam memperjuangkan hak dan martabat Orang Asli Papua.

‎Ibadah syukuran lepas sambut Tahun Baru 2025–2026 ini diharapkan menjadi penguatan iman sekaligus motivasi bagi MRP Papua Barat untuk terus menjalankan panggilan pelayanan di tahun 2026 dengan semangat kebersamaan, pengabdian, dan kasih, sebagaimana makna Natal yang membawa terang dan harapan bagi Tanah Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *