April 17, 2026
Headline Polda Papua Barat Polresta Manokwari Polri Sosial & Budaya Uncategorized

Kapolda Papua Barat Tatap Muka Tokoh Lintas Agama, Angkat Tema Sinergitas dan Toleransi Jaga Kamtibmas

JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Kapolda Papua Barat menggelar tatap muka bersama tokoh lintas agama dan Kerukunan Keluarga Suku Nusantara di Manokwari, Rabu (15/4/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Bangun Sinergitas dan Toleransi Umat Beragama dalam Rangka Menjaga Harkamtibmas Guna Mewujudkan Papua Barat Kondusif”.

Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Papua Barat.

Berbagai unsur tokoh agama dan masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari perwakilan gereja, organisasi Islam, hingga tokoh adat dan tokoh masyarakat. Kehadiran lintas elemen ini mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga harmoni sosial di tengah dinamika yang berkembang.

Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan bahwa forum ini sengaja dibuat tanpa sekat sebagai simbol kebersamaan dan keterbukaan dalam berdialog.

“Pertemuan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari upaya kita bersama untuk menjaga harmoni, memperkuat kebersamaan, dan memastikan Papua Barat tetap damai,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh peserta untuk menyampaikan pemikiran secara rasional dan konstruktif guna membantu aparat dalam merumuskan langkah strategis menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Kapolda juga menyoroti kondisi terkini yang dinilai memerlukan kewaspadaan bersama. Menurutnya, perkembangan situasi nasional maupun global dapat berdampak hingga ke daerah, sehingga diperlukan langkah cepat dan kolaboratif dari semua pihak.

Ia menekankan pentingnya peran tokoh agama, adat, dan masyarakat sebagai penjaga keseimbangan sosial. Masyarakat juga diingatkan agar tidak memberi ruang bagi potensi perpecahan akibat isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Papua Barat harus tetap menjadi rumah yang aman bagi semua orang, tempat perbedaan dihormati dan persaudaraan dijunjung tinggi,” tegasnya.

Selain itu, Kapolda mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam menyikapi arus informasi, terutama terkait hoaks dan disinformasi yang berpotensi memecah belah.

Ia mencontohkan bagaimana pernyataan tokoh nasional seperti Jusuf Kalla dapat menimbulkan persepsi berbeda jika tidak dipahami secara utuh.

Dalam kesempatan tersebut, Polri juga mensosialisasikan layanan call center 110 sebagai akses cepat bagi masyarakat untuk melaporkan gangguan kamtibmas. Layanan ini tersedia 24 jam dan bebas pulsa.

Kapolda mengajak seluruh tokoh yang hadir untuk turut menyebarluaskan informasi tersebut kepada masyarakat, sekaligus memberikan masukan dan kritik guna meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.

“Keamanan tidak akan terwujud tanpa kebersamaan, dan kedamaian tidak akan langgeng tanpa komitmen kita bersama,” pungkasnya.

Melalui pertemuan ini, diharapkan sinergi antara aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat dalam menjaga stabilitas serta mewujudkan Papua Barat yang aman, damai, dan sejahtera dalam bingkai NKRI. (JP13).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *