JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – LBH Rumah Kaki Seribu melakukan kunjungan ke Distrik Moskona, Kabupaten Teluk Bintuni, guna mengambil dan mengumpulkan data korban pengungsi yang tersebar di wilayah tersebut.
Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari tindak lanjut pra simposium terkait isu kemanusiaan di Tanah Papua yang sebelumnya digelar di Manokwari pada 27–29 April 2026 lalu.
Direktur LBH Rumah Kaki Seribu, Paul K. Simonda, mengatakan pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi primer terkait kondisi nyata para pengungsi di Distrik Moskona.
“Tujuan kunjungan yakni mengambil data primer guna menindaklanjuti pra simposium terkait kemanusiaan di Tanah Papua dan akan berlanjut dibahas di Malaysia pada Agustus 2026,” ujar Paul K. Simonda SH, MH, M.Th, CLA, C.Med, Jumat (15/5/2026).
Menurut Paul, tim LBH Rumah Kaki Seribu ingin memastikan secara langsung kondisi masyarakat pengungsi, termasuk berbagai persoalan yang dihadapi warga selama berada di lokasi pengungsian.
Selain itu, pihaknya juga ingin mengetahui langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan pemerintah daerah, baik Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat terhadap warga terdampak.
“Kami ingin mendapatkan data primer yang valid dan akurat sehingga harus turun langsung ke lapangan dan bertemu dengan para korban,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses pengumpulan data akan mencakup kondisi sosial masyarakat, kebutuhan dasar pengungsi, akses layanan kesehatan, pendidikan, hingga situasi keamanan di wilayah tersebut.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, LBH Rumah Kaki Seribu juga telah melakukan koordinasi dengan sejumlah denominasi gereja di wilayah Moskona.
Kerja sama itu dilakukan guna mendukung proses pendataan korban pengungsi sekaligus memetakan kebutuhan mendesak masyarakat yang saat ini masih membutuhkan perhatian berbagai pihak.
Paul berharap hasil pengumpulan data tersebut nantinya dapat menjadi bahan penting dalam pembahasan lanjutan mengenai isu kemanusiaan di Papua pada forum internasional yang direncanakan berlangsung di Malaysia pada Agustus 2026 mendatang.
Ia juga berharap adanya perhatian serius dari seluruh pihak terhadap kondisi masyarakat pengungsi di Moskona agar kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi dengan baik.(JP13).
