Dirlantas Polda Papua Barat Polresta Manokwari Satlantas Polresta Manokwari
Beranda » Berita » Operasi Keselamatan Mansinam Berakhir, Polresta Manokwari Catat Pelanggaran Didominasi Pelajar

Operasi Keselamatan Mansinam Berakhir, Polresta Manokwari Catat Pelanggaran Didominasi Pelajar

0-0x0-0-0#

JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Satuan Lalu Lintas Polresta Manokwari resmi mengakhiri pelaksanaan Operasi Keselamatan Mansinam yang berlangsung selama 14 hari.

‎Kasat Lantas Polresta Manokwari, Iptu Nurfah, mengatakan operasi tersebut difokuskan pada upaya pencegahan dan cipta kondisi menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri.

‎“Operasi Keselamatan Mansinam ini kita laksanakan selama 14 hari untuk menciptakan kondisi yang aman dalam menyambut Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Nurfah.

‎Selama operasi, pihaknya lebih mengedepankan langkah preemtif dan preventif, seperti penyebaran brosur, leaflet, dan stiker keselamatan sebanyak 206 lembar.

‎Selain itu, edukasi keselamatan berlalu lintas juga digencarkan melalui media sosial, media elektronik, hingga turun langsung ke sekolah-sekolah.

Kuasa Hukum Soroti Penanganan Kasus di Polresta Manokwari, Kasus Anak Dipertanyakan

‎“Kita juga masuk ke beberapa sekolah besar, terutama SMA dengan jumlah siswa cukup banyak. Edukasi terus kita galakkan agar kesadaran tertib berlalu lintas meningkat,” jelasnya.

‎Sosialisasi juga dilakukan melalui pemasangan spanduk dan publikasi di media cetak maupun media daring.

‎Berdasarkan data Satlantas, pelanggaran selama operasi didominasi pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm standar.

‎“Ada sekitar 183 pelanggaran tidak menggunakan helm. Total kendaraan roda dua yang terjaring sebanyak 272 dengan berbagai jenis pelanggaran,” ungkap Nurfah.

‎Sementara itu, untuk kendaraan roda empat tercatat sekitar 20 pengemudi tidak menggunakan sabuk pengaman. Namun, pelanggaran tersebut lebih banyak diberikan teguran dibandingkan tilang.

Kapolda Papua Barat Ingatkan Siswa SMAN 2 Manokwari: Jangan Tukar Masa Depan dengan Narkoba

‎Selama pelaksanaan operasi, tercatat delapan kasus kecelakaan lalu lintas, dengan korban luka berat dan luka ringan serta meninggal dunia.

‎Barang bukti kendaraan yang diamankan berjumlah 14 unit, yang sebagian besar didominasi pengendara usia pelajar.

‎“Data yang kami punya, rata-rata pelanggar dan yang terlibat kecelakaan adalah usia pelajar,” katanya.

‎Meski demikian, Nurfah menyebut terjadi penurunan angka kecelakaan dibandingkan Operasi Lilin akhir tahun 2025 lalu, yang saat itu mengalami peningkatan cukup signifikan.

‎“Alhamdulillah, dibandingkan akhir tahun kemarin, pada Operasi Keselamatan ini terjadi penurunan,” ujarnya.

Respons Cepat Call Center 110, Polisi Ringkus Pelaku Penipuan Transfer Palsu di Wosi Manokwari

‎Menjelang Ramadan hingga Idul Fitri, Satlantas Polresta Manokwari juga mengantisipasi potensi kegiatan sahur on the road yang rawan disalahgunakan untuk aksi balap liar.

‎“Kami minta bantuan orang tua agar lebih memperhatikan anak-anaknya. Jangan sampai kegiatan sahur on the road dimanfaatkan untuk balap liar atau kumpul-kumpul yang berpotensi mengganggu ketertiban,” tegas Nurfah.

‎Pihaknya akan membentuk tim gabungan bersama fungsi Sabhara, Intel, dan satuan lainnya untuk melakukan patroli rutin, terutama di titik rawan seperti kawasan Kampung Makassar.

‎“Kita akan lakukan patroli rutin selama sahur dan puasa untuk mengantisipasi balap liar,” katanya.

‎Ia pun mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.

‎“Tujuan kita satu, agar masyarakat selamat dan bisa merayakan Idul Fitri dengan aman, kembali fitrah dalam suasana yang tertib dan kondusif,” pungkasnya. (JP13)

‎