JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol Dr. Sulastiana, M.Si., mengingatkan para pelajar agar waspada terhadap bahaya narkoba, kejahatan seksual melalui modus grooming, hingga risiko penggunaan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).
Pesan tersebut disampaikan Sulastiana saat mengunjungi SMA Negeri 3 Manokwari dalam program Polisi Peduli Pendidikan, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di aula SMAN 3 Manokwari sekitar pukul 10.00 WIT itu menjadi bagian dari upaya Polda Papua Barat dalam meningkatkan kesadaran pelajar terhadap keamanan, kesehatan, serta berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Kompol Agustina Sineri, S.Pd., AKP Dr. Kamarul Widyawati, M.Kes., Sp.OG., C.MH., wakil kepala sekolah bidang kurikulum, para guru, serta personel Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Papua Barat.
Dalam penyampaian pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Sulastiana mengingatkan para siswa agar lebih berhati-hati saat menggunakan teknologi informasi dan kecerdasan buatan.
“Pentingnya memahami cara kerja serta risiko teknologi sebelum menggunakannya, sehingga pelajar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan atau terjebak dalam penyalahgunaan teknologi,” Katanya.

Selain itu, Sulastiana memberikan perhatian khusus terhadap bahaya grooming, yakni tindakan seseorang membangun kepercayaan atau kedekatan dengan anak maupun remaja untuk memanipulasi mereka, yang dapat berujung pada pelecehan seksual atau eksploitasi.
“Modus tersebut dapat terjadi secara langsung maupun melalui internet, termasuk lewat WhatsApp, Facebook, Instagram, hingga permainan daring,” Tambahnya.
Karena itu, para siswa diharapkan mampu mengenali perilaku mencurigakan, menjaga privasi, serta tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal di dunia maya.
Selain memberikan edukasi mengenai keamanan digital, Sulastiana juga memotivasi para siswa agar terus berusaha, rajin belajar, dan berdoa dalam mengejar cita-cita.
“Anak-anak harus ingat ya, keberhasilan membutuhkan proses, kedisiplinan, serta kemauan untuk terus mengembangkan diri,” Katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Sulastiana juga menyampaikan pesan sederhana mengenai pentingnya menjaga kesehatan, termasuk membiasakan diri minum air hangat pada pagi hari.
“Pentingnya kita harus menjaga kesehatan ya, Kalau di pagi hari jangan lupa ya untuk minum air hangat,” Ujarnya.
Ia berharap para pelajar dapat menerapkan pola hidup sehat sekaligus menjaga perilaku agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif.
Selain itu ditengah kondisi kabut asap yang melanda wilayah Manokwari, Sulastiana turut mengingatkan siswa agar menjaga kesehatan dan keselamatan saat beraktivitas.
“Untuk saat ini para pelajar diminta menggunakan masker ketika berada di luar ruangan, mengurangi aktivitas di luar apabila kabut asap semakin tebal, serta mematuhi imbauan pemerintah,” tambanya.
Ia juga mengajak seluruh siswa untuk menjaga ketertiban dan keamanan, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
Selain itu dalam kegiatan tersebut ada edukasi mengenai kesehatan kemudian diperkuat oleh AKP Dr. Kamarul Widyawati yang memberikan penjelasan tentang tata cara penggunaan masker yang baik dan benar.
Kamarul mengingatkan pentingnya mencuci tangan sebelum mengenakan masker. Masker juga harus dipastikan tetap bersih, kering, tidak rusak, serta menutupi hidung dan mulut dengan rapat.
“Jadi anak-anak harus ingat pentingnya mencuci tangan sebelum menggunakan masker,” ucapannya.
Menurutnya masker perlu diganti apabila sudah basah, kotor, rusak, atau membuat penggunanya kesulitan bernapas.
Dalam kegiatan tersebut, masker juga dibagikan kepada para siswa SMAN 3 Manokwari sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan di tengah paparan kabut asap.
Sementara itu, Kompol Agustina Sineri, S.Pd., memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya.
Ia menjelaskan bahwa narkoba dapat memengaruhi kerja otak, kesadaran, suasana hati, pikiran, serta perilaku seseorang. Penggunaan yang tidak sesuai ketentuan juga dapat menimbulkan ketergantungan dan berbagai gangguan kesehatan.
Dalam pemaparannya, Agustina mengenalkan sejumlah jenis zat yang kerap disalahgunakan, di antaranya ganja, sabu-sabu, ekstasi, heroin, kokain, morfin, LSD, serta obat-obatan tertentu yang digunakan tidak sesuai aturan medis.
Ia mengingatkan para siswa agar berani menolak ketika mendapat ajakan mencoba narkoba, tidak mudah terpengaruh teman, serta memilih lingkungan pergaulan yang positif.
“Anak-anak harus ingat baik-baik jikalau suatu saat ada teman yang ajak untuk menggunakan narkoba, anak-anak harus menolak dan tidak boleh terpengaruh dengan hal-hal yang merusak diri,” Tegasnya.
Para pelajar juga didorong mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat, memperkuat hubungan dengan keluarga, dan meningkatkan pengetahuan mengenai dampak penyalahgunaan narkoba.
Apabila mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba, siswa diimbau menyampaikan informasi kepada pihak berwenang.
“Katakan tidak pada narkoba, raih masa depan yang cerah!” menjadi pesan yang ditekankan dalam edukasi tersebut.
“Jauhi narkoba sehingga masa depan bisa diraih dengan cerah,” Pesanya.
Sebagai bagian dari kegiatan Polisi Peduli Pendidikan, Sulastiana turut membagikan dua jenis buku kepada pihak sekolah dan para siswa.
Buku pertama berjudul Polwan untuk Negeri: Bunga Rampai Pemikiran dan Pengalaman yang Menginspirasi. Buku kedua berjudul Mengungkap Ekologi Kejahatan Narkotika, karya Dr. Sulastiana,
Pembagian buku tersebut diharapkan dapat menambah wawasan, memperluas pengetahuan, serta mendorong minat baca para pelajar, khususnya mengenai pengalaman, keamanan, dan upaya pencegahan kejahatan narkotika.
Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polda Papua Barat berupaya memperkuat kedekatan Polri dengan lingkungan sekolah sekaligus membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga diri dari narkoba, kejahatan digital, dan berbagai ancaman lainnya.(JP13).
