DPR Papua Barat Headline
Beranda » Berita » Audiensi ke DPRP Papua Barat, Perkumpulan Masyarakat Timor Lorosae Siapkan Pelantikan Pengurus

Audiensi ke DPRP Papua Barat, Perkumpulan Masyarakat Timor Lorosae Siapkan Pelantikan Pengurus

JEJAKPAPUA.COM.MANOKWARI – Pimpinan DPR Papua Barat menerima audiensi Perkumpulan Masyarakat Timor Lorosae di Manokwari, Jumat (30/10/2026). Pertemuan tersebut membahas pembentukan organisasi, pengenalan jajaran pengurus, serta rencana pengukuhan dan pelantikan pengurus dalam waktu dekat.

Perwakilan perkumpulan, Marcelino, menjelaskan bahwa pembentukan organisasi tersebut berawal dari gagasan almarhumah istri Gubernur Papua Barat Abraham O. Atururi.

Organisasi ini dibentuk sebagai wadah untuk mempererat persaudaraan, memperkuat solidaritas, serta mendorong kontribusi masyarakat Timor Lorosae dalam kehidupan sosial di Papua Barat.

“Perkumpulan ini diharapkan menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, dan memperkuat solidaritas masyarakat Timor Lorosae di Papua Barat,” ujar Marcelino.

Dalam audiensi tersebut, Marcelino memperkenalkan sejumlah pengurus, di antaranya Edmundus Klau sebagai penasihat, Mayor Laut (Purn) Markus Kombe sebagai pengawas, Nurito Suarez sebagai ketua keamanan sekaligus ketua panitia pelantikan, Zelia Bita sebagai ketua humas, dan Apriani sebagai ketua bidang kesehatan. Perkumpulan itu mengusung moto Liam Morris Mati Amiha dan menyatakan telah memisahkan diri dari Flobamora.

Data OAP Papua Barat Capai 293.585 Jiwa, DPRP Soroti Akurasi dan Kriteria Pendataan

Ketua DPRP Papua Barat, Orgenes Wonggor, menyambut baik pembentukan perkumpulan tersebut.

“Kami menyambut baik kehadiran organisasi ini sebagai bagian dari dinamika organisasi kemasyarakatan di Papua Barat. Audiensi ini juga menjadi kesempatan untuk mendengarkan tujuan pembentukan serta rencana kegiatan pengurus,” kata Orgenes.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRP Papua Barat, Petrus Makbon, menekankan pentingnya organisasi kemasyarakatan dalam menjaga kerukunan antarsuku dan stabilitas sosial di Papua Barat.

“Organisasi masyarakat tidak hanya menjadi wadah persaudaraan, tetapi juga memiliki tanggung jawab menjaga keamanan, ketertiban, dan membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah serta masyarakat,” ujar Petrus.

Ia berharap Perkumpulan Masyarakat Timor Lorosae dapat memperkuat persatuan dan menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Papua Barat.

Marga Ateta Adukan Jalan 27,6 Kilometer ke DPRP Papua Barat, Minta Kejelasan Hak Adat

Petrus juga menekankan pentingnya keterwakilan pengurus di tingkat kabupaten agar organisasi dapat menjalankan fungsi sosial secara efektif.